by

Berkas Korupsi Repo Mulai di Audit

Ambon, BKA- Sekian lama didiamkan tanpa progres, akhirnya berkas perkara akan segera diaudit oleh BPKP Perwakilan Maluku.

Untuk memulai proses audit berkas kasus itu, BPKP Perwakilan Maluku telah mebentuk tim untuk melakukan penghitungan kerugian negara di kasus tersebut.

“Kita sudah bentuk tim, tingal kita mulai audit saja,” ungkap Korwas Investigasi BPKP Perwakilan Maluku, Erwahyudi, yang ditemui Beritakota Ambon, Selasa (22/9).

Menurut dia, semua dokumen yang diminta BPKP terkait kepentingan audit berkas perkara itu, sudah dipenuhi oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Semua bukti, penyidik sudah lengkapi sesuai petunjuk kita (BPKP). Karena bagaimanapun, audit yang kita lakukan harus berhati-hati,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Kasi Dik Kejati Maluku, Y.E.Oceng Almahdaly, mengatakan, semua petunjuk tim auditor sudah dilengkapi. Tinggal BPKP melakukan audit untuk menentukan jumlah nilai kerugian keuangan negara.

“Intinya, berkaitan dengan kerugian negara dalam kasus Repo, semuanya telah terpenuhi sesuai petunjuk tim auditor,” ungkap Almahdaly, Minggu (20/9) lalu.

Dalam penyidikan kasus ini, lanjut dia, penyidik aktif membangun koordinasi dengan BPKP untuk kepentingan audit. “Jadi BPKP minta petunjuk apa, kami penuhi. Sebut saja begitu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Maluku berharap BPKP secepatnya menuntaskan audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi repo obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas.

Kasus Repo tahun 2014 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 238,5 miliar itu, belum bisa dituntaskan karena terhambat audit.

“Auditor punya mekanisme sendiri dalam melakukan audit, namun kita berharap bisa cepat auditnya,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan, 20 Maret lalu.

Sapulette mengatakan, Kejati Maluku terus melakukan koordinasi terkait penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu itu.

“Proses audit sedang dilakukan dan koordinasi antara penyidik dan auditor sejauh ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Kejati Maluku menetapkan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu sebagai tersangka.
Penetapan Idris sebagai tersangka dituangkan dalam surat Nomor: B-329/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018. Sedangkan Thenu sesuai surat penetapan Nomor: B-330/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (SAD)

Comment