by

Berkas Oknum TNI AU Penjual Senjata Hampir Rampung

Ambon, BKA- Berkas Praka Amirudin Lessy alias AL oknum TNI Angkatan Udara (AU) siap masuk Ouditur Militer (Odmil), karena saat ini sementara dirampungkan.
Tersangka AL merupakan tamtama Pamfik Satpom Lanud Pattimura yang diduga terlibat dalam kasus penjualan senjata api (senpi) dan amunisi ke Papua.

Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas Ardianto Dhewo menjelaskan, pihaknya sangat mendukung proses hukum yang dilakukan, tidak tertutup dan tidak melindungi anak buah yang salah. Akan tetapi, dalam proses ini banyak tahapan harus dilalui untuk melengkapi bukti yang ada.
Tersangka sendiri sampai hari ini tetap dalam tahanan untuk menjalani proses penyidikan lanjutan.
“Proses penyidikan lanjutan perkara masih berlangsung guna melengkapi administrasi kelengkapan syarat formil dan materil berkas perkara, apabila sudah lengkap akan segera dikirim ke odmil IV-19 Ambon,” jelas Danlanud.

Menurut Danlanud, dirinya tidak memberi toleransi bahkan tidak ada alasan apapun terhadap siapapun anggota yang salah.
Kendatipun oknum TNI AU ini tidak secara langsung menjual BB ke Papua namun kesalahannya adalah memberikan kepada oknum polisi yang menurutnya adalah saudara sepupu.
“Semua tentunya tidak bisa harus kita terburu-buru. Harus pertahap karena ada saksi yang harus kita periksa, itu ada yang di Pulau seram, kemudian ada salah satu tersangka juga yang anggota Polri sehingga kita meminta izin kepada bapak Kapolres untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. jika dalam waktu dekat bilamana itu selesai semua pemeriksaan itu akan diserahkan ke odmil.

Jadi senjatanya ini dipinjamkan ke anggota polisi itu merupakan saudara sepupunya. Setelah minta-minta baru tahu kalau sudah dijual sampai KKB. Memang di tidak jual langsung tetapi tetap salah karena berikan senjatanya,” beber Danlanud .

Karena itu, terhadap yang bersangkutan tetap di jerat pasal 1 UU darurat tahun 1951.
Tersangka sudah ditahan 45 hari dan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

Danlanud menambahkan, tersangka diproses awal berdasarkan tahapan diantaranya laporan polisi Nomor POM-405/A/IDIK-01/II/2021/PTM tanggal 23 Februari 2021 tentang dugaan tindak pidana penyalahgunaan senjata api, surat perintah komandan lanud Pattimura nomor sprint/54/II/2021 tanggal 24 Februari 2021 tentang melakukan proses hukum.
Selanjutnya surat perintah komandan lanud Pattimura nomor Sprint/ 55/II/2021 tanggal 24 Februari tentang penyidikan. Keputusan komandan lanud Pattimura nomor KEP/3/II/2021 tanggal 24 februari 2021 tentang penahanan sementara, dilanjutkan dengan surat perintah komandan Lanud Pattimura nomor Sprint/56/II/2021 tanggal 24 februari 2021 tentang melakukan penahanan sementara.

Dilanjutkan dengan surat perintah Danlanud baru nomor Sprint/75/III/2021 tanggal 8 Maret 2021 melanjutkan proses hukum.
Dari surat ini kemudian dikeluarkan lagi keputusan Danlanud Pattmura nomor 10/III/2021 tanggal 19 Maret 2021 tentang perpanjangan penahanan sementara 1, kemudian diikuti dengan perpanjangan penahanan ke II dan surat perintah Danlanud Pattimura nomor Sprint/107/III/ 2021 tanggal 24 Maret 2021 tenang pemeriksaan saksi.
Praka AL, yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan berdasarkan surat perintah Komandan Lanud Pattimura di ruang tahanan POM AU ini terancam penjara seumur hidup dan sanksi pemecatan.

Hal ini ditegaskan oleh Komandan Lanud Pattimura saat itu Kolonel Pnb Sapuan kepada wartawan Sabtu 27 Februari 2021 lalu.
Menurut Sapuan saat itu, anak buahnya ini dijerat dengan pasal 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951.
“Dijerat pasal 1 UU darurat tahun 1951, ancaman hukuman seumur hidup dan pemecatan. Saat ini sudah ditahan di POM AU Lanud Pattimura,’ ungkapnya.
Proses pengembangan penyidikan penuntasan terhadap kasus ini terus dilakukan.

Sebagaimana diketahui, Kasus ini juga terkait dengan keterlibatan sejumlah warga sipil, oknum personel Polri dan TNI Angkatan Darat.
Penyidik Polresta Pulau Ambon dan Pulaupulau Lease telah menahan enam tersangka dugaan penjualan senpi dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Mereka masing-masing Bripka SAP Bripda MRA dua oknum anggota Polisi serta warga sipil SN, RM, HM dan AT yang merupakan warga sipil.
Sementara oknum prajurit TNI dari Yonif Raider 733/Masariku, Praka MS yang diduga terlibat juga telah ditahan di Mapomdam XVI Pattimura.(SAD)

Comment