by

Berkas Pasutri Pembunuh Anak Dibawa ke Jaksa

Setelah melalui serangkaian penyidikan, akhirnya penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease melimpahkan berkas pembunuhan, dengan tersangka pasangan suami-istri ASN terhadap anak angkatnya di Lorong Mayat, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon.

“Jadi berkas kedua tersangka sudah dilimpah ke Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejari Ambon untuk diteliti,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, kepada Beritakota Ambon, Jumat (6/11).

Menurutnya, berkas perkara ini akan diteliti JPU selama 14 hari ke depan. Setelah itu akan dikembalikan ke penyidik disertai dengan petunjuk dalam berkas perkara.

“Akan diteliti oleh JPU selama 14 hari ke depan. Setelah itu, JPU akan kembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang ada dalam berkas perkara,” jelasnya.

Perwira pertama Polri ini mengaku, untuk proses ke depan, penyidik sifatnya menunggu petunjuk dari JPU. “Prinsipnya penyidik menunggu arahan atau petunjuk dari JPU saja. Kalau belum lengkap, penyidik siap lengkapi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menggelar perkara penetapan tersangka kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Pasutri ASN di Kudamati, terhadap anak angkatnya 7 tahun hingga meninggal dunia. Hal ini dilakukan setelah penyidik menerima hasil autopsi dari tim dokter.

“Karena hasil autopsi sudah diterima, penyidik langsung gelar perkara dan tetapkan keduanya sebagai tersangka,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izak Leatemia, kepada koran ini, Minggu kemarin.

Sebelumnya dikabarkan, pasangan suami-istri, Edy Maunusu dan Maria Kabir alias Mery, diduga tega menganiaya anak angkat mereka yang masih berusia 7 tahun hingga tewas.

Kedua pasutri yang bermukim di Lorong Mayat, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, itu berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Maria merupakan Guru di SD Negeri 82 Ambon, sedangkan Edy merupakan Supir Ambulance RSUD Haulussy.

Ayah korban, Amid Uktolseja, ketika ditemui koran ini, mengatakan, kemungkinan penganiayaan yang menimpa bocah malang itu sudah dilakukan kedua pelaku berulangkali. Itu sesuai penuturan tetangga di TKP.

“Tetangganya disitu bilang, kalau korban itu setiap hari dipukul. Terakhir, korban dianiaya hingga badannya lemas-lemas. Wajah dan belakang korban memar. Kemudian korban dibawa ke Tial. Sampai disana, korban meninggal dunia,” ungkap Hamid, Kamis (8/10).

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, membenarkan kejadian ini. Dugaan tindak pidana yang dilakukan kedua pasutri ini terjadi beberapa hari lalu. Namun keduanya baru ditangkap pada Rabu (7/10) malam, di kediaman mereka.

“Iya benar, kedua pasangan suami-istri itu sudah kita amankan di Polresta, untuk kepentingan penyidikan lanjut,” ungkap Simatupang, Kamis (8/10).

Mantan Kapolres Pulau Buru itu melanjutkan, untuk sementara, kedua pelaku disangkakan dengan pasal 170, 340, 338 KUHPidana, dengan ancaman 20 Tahun penjara.(SAD).

Comment