by

Berkas Raja Porto Dibawa ke Pengadilan

Ambon, BKA- Berkas dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Marthen Nanlohy dibawa ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon untuk kepentingan sidang.

Kepala Cabang Kejari Ambon di Saparua, Ardy mengatakan, berkas Nanlohy telah diserahkan ke Pengadilan, Sejak Kamis 24 September kemarin. Penyerahan berkas perkara ini karena seluruh bukti sudah dirampungkan Jaksa, selain itu dakwaan Jaksa yang dipakai untuk persidangan pun sudah disiapkan tim JPU,” ujar Ardy kepada kepada Beritakota Ambon, melalui selulernya, Jumat kemarin.

Sebelumnya, diberitakan koran ini, penyidik sudah merampungkan berkas tersangka. Berkas-berkas yang disita misalnya, dokume-dokumen, SK pemerintahan Desa Porto saat tersangka menjadi raja sejak tahun 2011-2017, dan bukti-bukti lain.

“Kami sudah menganggap berkasnya sudah lengkap,” katanya Ardy.
Nanlohy ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Oktober 2018 dalam kasus korupsi DD dan ADD Negeri Porto tahun anggaran 2015-2017.
Sekretaris Negeri Porto, Hendrik Latupeirissa dan bendahara Salmon Noya juga dijerat, dan telah diadili. Keduanya divonis 1 tahun penjara.

Mereka terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi ADD-DD Porto selama 3 tahun, sejak 2015-2016-2017 dengan total kerugian negara sebesar Rp 382 juta lebih.

Perbuatan keduanya melang­gar pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 juncto UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor.

Untuk diketahui, pada tahun 2015, 2016 dan 2017 Pemerintah Negeri Porto mendapat DD dan ADD sebesar Rp 2 miliar.

Anggaran itu digunakan bagi pembangunan sejumlah item proyek, diantaranya pembangunan jalan setapak, pembangunan jembatan penghubung dan proyek posyandu.

Kepala desa, sekretaris dan bendahara melakukan mark up dalam setiap pembelanjaan item proyek. Akibatnya negara dirugikan Rp 382 juta lebih.(SAD).

 

Comment