by

Berkas Tersangka Pembunuh Bergulir ke Jaksa

Ambon, BKA- Berkas tersangka kasus penikaman dengan tersangka Ode Yudin alias Yudin, akhirnya bergulir ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari SBB.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter F. Matahelumual, mengatakan, berkas perkara tersangka Ode Yudin alias Yudin telah diserahkan berkas tahap I ke jaksa, setelah penyidik intens melakukan perampungan berkas perkara.

“Jadi kasus penikaman di Dusun Tihu, Desa Tahalupu, Kabupaten SBB, dengan tersangka Ode Yudin, kita sudah tahap I ke jaksa sejak pekan kemarin,” ungkap Matahelumual, kepada Beritakota Ambon, Minggu (7/3).

Pelimpahan berkas tahap I ini dilakukan, katanya, setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan perampungan berkas tersangka. Karena sudah dianggap lengkap, penyidik serahkan ke jaksa untuk diteliti.

“Jika nanti sudah diteliti, maka jaksa akan kembalikan ke penyidik dengan petunjuknya. Pastinya, akan kita lengkapi lagi demi penyelesaikan kasus ini ditangan penyidik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, berdasarkan hasil rekonstruksi penyidik Sat Reskrim Polres SBB, tersangka Ode Yudin alias Yudin, melakukan penganiayaan terhadap korban Agusman, dengan cara menikam menggunakan pisau yang mengenai perut sebelah kiri. Akibatnya, korban meninggal dunia.

“Jadi dari hasil reka ulang itu, kita sudah mengetahui dengan jelas, bahwa korban ditikam dengan pisau oleh tersangka Yudin. Dan korban sempat dirawat di Puskemas, namun karena kondisi tidak memungkinkan, korban di rujuk ke Ambon. Ternyata dalam perjalanan, korban meninggal dunia,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter Matahelumual, ketika di konfirmasi melalui selulernya, pekan lalu.

Matahelumual mengaku, reka ulang yang dilakukan penyidik, disaksikan langsung pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkara tersebut.

“Kita reka ulang di Desa Eti, Kamis 25 Februari 2021, sekitar pukul 12.00 Wit. Itu disaksikan jaksa penuntut umum dan pihak-pihak yang berkepentingan langsung dalam perkara ini,” bebernya.

Menurut Perwira yang punya tiga balok emas di pundak itu, kejadian tersebut, awalnya, pada 27 Januari 2021 di Dusun Tihu, Desa Tahalupu.

Awalnya, korban sementara tidur di kamar dengan istrinya Yuni. Tiba-tiba, korban dan istrinya terbangun karena mendengar suara ribut-ribut di luar rumah, tepat pada pintu belakang rumah. Kemudian korban keluar dari kamar menuju lokasi keributan tersebut.

Disana, tersangka dan istrinya, Wa Rusmi, terlibat cekcok terkait masalah rumah tangga. Selanjutnya korban yang adalah bapak mantu tersangka, langsung mendekati tersangka dan istrinya.

Korban kemudian melakukan pemukulan terhadap tersangka secara berulang kali ke wajah tersangka. Karena tersanga tak terima, sehingga dia mengambil pisau yang diselipkan pada pinggangnya, lalu menikan korban sebanyak satu kali, tepatnya di perut sebelah kiri korban. Setelah itu tersangka langsung melarikan diri ke Desa Namlea, Kabupaten Buru.

“Tersangka disangkakan dengan pasal 351 ayat (3) KUHPidana, Jo Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951,” tandasnya.(SAD)

Comment