by

Berkas Tersangka Speedboat MBD Bergulir ke Jaksa

Ambon, BKA- Usai perampungan berkas perkara, penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku akhirnya menyerahkan berkas tiga tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan Speedboat di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk diteliti atau tahap I.

Berkas ketiga tersangka masing masing, Mantan Kadis Perhubungan MBD, Oddie Orno, Kontraktor Pengadaan Barang, Margareth Simatauw, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Rico Kontul.

“Untuk ketiga berkas ini, kita sudah limpahkan berkas ke jaksa pekan kemarin,” ungkap Kasubdit Tipidkor, Kompol Gerald Wattimena, kepada wartawan, Selasa (27/4).

Menurut Wattimena, setelah selesai pelimpahan berkas, penyidik saat ini menunggu berkas tersebut diteliti jaksa penuntut umum. Kemudian menunggu petunjuk dari Kejati Maluku terkait kelengkapan berkas perkara tersebut.

“Kita saat ini menunggu saja, apakah berkas yang kita serahkan itu sudah dinyatakan lengkap oleh penuntut umum atau belum. Penyidik saat ini prinsipnya menunggu saja penunjuk dari jaksa,” tandasnya.

Untuk diketahui, PPTK, Rico Kontul masuk dalam daftar calon tersangka, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan speedboat di Kabupaten MBD, yang melibatkan mantan Kadishub MBD Odie Orno.

Nama Rico masuk bidikan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, pasca rangkaian pemeriksaan saksi-saksi termasuk adik Wakil Gubernur Maluku Odie Orno, guna menggali keterlibatan siapa saja dalam kasus korupsi yang merugikan negara tersebut.

“Hasil pengembangan muncul calon tersangka lain yaitu PPTK Riko Kontul, dimana saat kasus ini bergulir yang bersangkutan menjabat sebagai salah satu Kabid di Dishub MBD,” beber Wattimena, Senin (22/3).

Walaupun demikian, Wattimena enggan menjelaskan lebih jauh terkait perkembangan saksi dan kapan calon tersangka ini diperiksa sebagai tersangka, mengingat hal tersebut masuk materi penyidikan.

Sebelumnya, polisi mulai memeriksa Desianus Odie Orno, tersangka kasus speed boat, saat menjabat Kadis Perhubungan di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pasca diumumkan sebagai tersangka, Rabu (24/2), Odie akhirnya dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus, Senin, 8 Maret 2021. Dirinya diperiksa atas kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speedboat tahun 2015 senilai Rp 1.524.600.000, saat dia menjabat sebagai Kadis Perhubungan di Kabupaten MBD.
Sekedar tahu, pengadaan empat buah Speedboat oleh Dinas Perhubungan MBD diduga bekas. Terbukti, satu dari empat speedboat, tenggelam di Pantai Tiakur, ibu kota MBD. Sementara Speedboat lainnya hampir bernasib sama, karena belum juga dikirim ke Tiakur ibu kota MBD sesuai waktu yang ditentukan.
Dari hasil pemeriksaan BPK RI, dana pembuatan empat buah speedboat bernilai miliaran rupiah sudah cair 100 persen sejak pertengahan 2016 lalu. Namun barangnya hingga Maret 2017 belum juga ada.
Informasi lain yang diperoleh media ini menyebutkan, harga speedboat senilai Rp 1,5 miliar itu, administrasinya lengkap, termasuk tanda tangan dana yang cair 100 persen. Namun ketika BPK turun melakukan uji petik, barangnya (speedboat) belum ada.
Tak hanya itu, setelah menjadi temuan BPK, DPRD MBD berencana membentuk Pansus. Tapi mantan Kadis Perhubungan MBD Odie Orno memerintahkan kontraktor agar segera mengirim dua speedboat, karena ada pemeriksaan BPK. Tapi barang yang dikirim kondisinya rusak parah.(SAD)

Comment