by

Berkas Tersangka Welem Wattimena Masuk Jaksa

Berkas perkara narkoba yang menyeret tersangka Welem Wattimena, diserahkan penyidik Sat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ke Kejaksaan Negeri Ambon, Kamis (25/3).

Penyerahan berkas perkara tersebut setelah tim Sat Resnarkoba menerima hasil asesmen dari BNNP Maluku.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, mengatakan, Anggota DPRD Maluku aktif tersebut berstatus tersangka, setelah penyidik menangkapnya di Bandara Pattimura, 8 Maret 2021 lalu.

Saat proses penagkapan dilakukan, dari tangan tersangka disita satu alat hisap narkoba jenis sabu-sabu.

“Berkas Welem Wattimena sudah tahap I (berkas perkara diserahkan ke jaksa),” ujar Leatemia kepada wartawan, Jumat (26 /3).

Menurut Leatemia, penyerahan tahap I ke Kejari Ambon itu bertujuan, agar berkas tersangka diteliti jaksa. Apakah unsur pasal dan administrasi kelengkapan berkas perkaranya sudah lengkap apa belum.

“Jadi diteliti dalam waktu 14 hari menurut hukum. Kalau sudah lengkap, akan dinyatakan P21. Kalau belum, akan dikembalikan beserta petunjuk atau disebut P19,” jelas Mantan Wakapolsek Nusaniwe itu.

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polresta Ambon, AKP Jufri Jawa, mengungkapkan, saat tersangka ditangkap di Bandara Pattimura, tidak mengetahui kalau alat hisap sabu atau cangklung tersimpan dalam tas sampingnya.

“Saat penggeladahaan itu, tersangka langsung kaget dan langsung digerebek ke Kantor Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses hukum,” terangnya.

Pada proses pemeriksaan, Welem mengaku, memakai narkoba jenis sabu tersebut dengan alasan kecapean saat bekerja. Barang buktinya, kata Jufri, didapat dari Jakarta.

“Dia mengaku pernah pakai awal, dan sudah lama. Nah ini, baru. Katanya, kecapeaan kerja,” ujar Jufri.

Welem disangkakan melanggar pasal 112 dan 127 Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pasal 112 mengatur tentang larangan seseorang untuk memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, secara tanpa hak atau melawan hukum.

Sedangkan pasal 127 mengatur tentang penyalah guna narkotika golongan I bagi diri sendiri, yaitu, perbuatan. “Berdasarkan pasal yang dilanggar, ancamannya seumur hidup atau minimal enam tahun dan paling lama 20 tahun,” tandas Jufri. (SAD)

Comment