by

Berkas Tiga Tersangka PT Kalwedo Dibawa ke Pengadilan

beritakotaambon.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, resmi melimpahkan berkas perkara tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal KMP Marsela pada PT Kalwedo tahun 2016-2017, ke pengadilan Tipikor Ambon, Rabu (24/11).

Berkas tiga tersangka itu, yakni, Lukas Tapilouw selaku mantan Direktur PT Kalwedo tahun 2016 hingga 2017, Jois Lerick selaku Manager Keuangan PT Kalwedo, serta Bily Ratuhonlory selaku Plt Direktur PT Kalwedo.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, mengatakan, berkas tiga tersangka dana penyertaan modal pada PT Kalwedo telah dilimpah ke Pengadilan Tipikor Ambon, untuk kepentingan persidangan.

“Berkas tiga tersangka PT Kalwedo sudah dilimpah ke pengadilan. Tinggal saja menunggu agenda sidang,” ungkap Kareba.

Dengan diserahkannya berkas perkara ke pengadilan, maka selanjutnya menjadi tanggungjawab pengadilan untuk menentukan jadwal sidang.

“Jadi kita sebagai JPU menunggu saja jadwal persidangan, untuk digelar sidang pembuktian,” tandas Kareba.

Sebelumnya diberitakan, setelah Kejati Maluku merampungkan berkas perkara tiga tersangka itu, penyidik langsung melakukan penahanan terhadap mereka.

Tersangka Lukas Tapilouw dan tersangka Bily Ratuhonlory ditahan di Rutan Kelas II A Ambon, kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Sementara tersangka Jois Lerick di tahan di Lapas Perempuan Kota Ambon.

Terhadap audit kerugian negara perkara itu, negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,1 miliar, sesuai hitungan BPKP Perwakilan Maluku-Malut.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan sejak tahun 2020, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Maluku Barat Daya dipimpin Stefanus Thermas unjuk rasa di halaman Kantor Kejati Maluku. Mereka menuntut perkara itu segera ditangani.

Desakan disampaikan baik melalui aksi demonstrasi maupun audiens secara langsung. Sejumlah bukti tambahan untuk menguatkan kasus dugaan korupsi itu juga sudah diserahkan kepada tim penyidik. Diantaranya, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang diserahkan pemerintah MBD kepada PT Kalwedo. Dananya mencapai Rp10 miliar. Dari total dana penyertaan modal tersebut, PT. Kalwedo diketahui hanya menerima Rp.1,5 miliar. Sisanya diduga diterima oleh sejumlah orang yang bekerja pada perusahaan tersebut.(SAD)

Comment