by

Besok DPRD Bahas Seleksi Honorer Jadi ASN

Ambon, BKA- Komisi IV DPRD Provinsi Maluku mengagendakan pembahasan seleksi guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), lewat skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Pembahasan itu diagendakan Komisi IV dilakukan pada Rabu (25/11), besok, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. Sebab sesuai kebijakan pemerintah pusat, bahwa semua guru honorer berkesempatan bisa mengikuti seleksi tersebut pada 2021 mendatang.
Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Attapary, mengatakan, pembahasan tersebut nantinya akan lebih diarahkan pada persiapan pemerintah daerah dalam menjemput peluang itu.

“Kita sudah agendakan itu di Hari Rabu, pekan ini. Komisi akan bertemu dengan Disdikbud Maluku,” ungkap Attapary, Senin (23/11).

Selain melakukan pertemuan dengan pihak Disdikbud Maluku,dia mengatakan, Komisi IV juga akan menggelar rapat koordinasi dengan Komisi I DPRD Maluku, karena diawal pengangkatan tenaga guru honor maupun diluar tenaga guru honor untuk menjadi ASN juga bertalian dengan kewenangan mereka.

“Nantinya BKD juga diundang untuk membahasnya,” kata politisi PDI-P Maluku itu.

Menurutnya, peluang ini harus dimanfaatkan. Sehingga dibutuhkan respon dari pihak-pihak terkait. “Kalau tidak ada respon, maka kita akan tertinggal dari provinsi lain,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji, mengaku, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku, Maluku akan mendapatkan kuota PPPK sebanyak 500 orang.

Jumlah itu, kata Sangadji, sudah cukup besar, mengingat tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Pusat hanya memberikan kuota pengangkatan PNS hanya sebanyak 200 sampai 300 orang.

“Jumlah kekurangan guru PNS di Maluku sebanyak 3800 orang. Tapi kuota yang diberikan pempus dalam Skema PPPK ini sudah cukup banyak,” ujar Sangadji.

Untuk itu, dia berharap, para guru honorer dapat mempersiapkan diri dengan baik, agar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Sebab pengangkatan PPPK tersebut dilakukan melalui seleksi.

“Pastinya ada banyak yang ingin mendaftar, untuk merebut kuota 500 ini. Jadi harus belajar dengan giat,” pungkasnya Sangadji.
(RHM)

Comment