by

Besok, Tanaya-Laitupa Diadili

Kasus PLTMG Namlea

Ambon,BKA- Pengadilan Tipikor Ambon menjadwalkan persidangan perdana, kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG 10 MV di Dusun Jiku Besar, Kabupaten Buru, akan digelar besok, Selasa 4 Mei 2021.

Jadwal tersebut dibenarkan Humas PN Ambon, Lucky R. Kalalo. Menurut dia, kasus yang menjadikan Fery Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa sebagai tersangka itu, akan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Ambon, Pasti Tarigan.

“Benar, sidang itu berlangsung perdana Selasa. Hakim ketuanya pak ketua PN (Pasti Tarigan, red-) sendiri,” tandas Kalalo, Minggu (2/5).

Kuasa hukum Fery Tanaya, Henry Lusikooy, mengaku, pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari Panitera Tipikor Pengadilan Negeri Ambon, bahwa kliennya akan menjalani sidang perdana, Selasa 4 Mei 2021.

“Pak Fery akan menjalani sidang perdana Selasa, pekan ini. Kita sebagai kuasa hukum pastinya tetap siap untuk bersidang di Pengadilan Negeri Ambon,” ujar Henry, kepada Beritakota Ambon, Minggu (2/5).
Pasti, lanjutnya, pihaknya akan mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum gabungan Kejari Buru dan Kejati Maluku. Sebab, dari penyidikan perkara ini, terlihat adanya kriminalisasi hukum terhadap Fery Tanaya.
“Yang pastinya kita tetap ajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. Itu saja intinya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, mengatakan, penahanan terhadap Fery Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa telah dilakukan di Rutan Kelas IIA Ambon.

Hal itu dilakukan setelah tahap II dari penyidik ke penuntut umum Kejati Maluku. “Jadi karena penuntut umum katakan berkas perkara lengkap atau P21, maka penyidik langsung melakukan tahap II ke penuntut umum. Karena kasus ini TKP di Kabupaten Buru, sehingga yang bertindak sebagai penuntut umum dalam perkara ini adalah Kejari Buru sendiri. Nanti baru dibantu tim dari Kejati Maluku,” ungkap Rorogo, saat menggelar jumpa pers di kantor Kejati Maluku, Senin (26/4).

Pada proses tahap II tersebut, katanya, langsung diikuti dengan penahanan kepada kedua tersangka. Mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan.

“Kedua tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan yang langsung ditandatangi Kajati Maluku. Keduanya juga sudah dibawa ke Rutan kelas II A Ambon di kawasan Waiheru,” jelasnya.
(SAD)

Comment