by

BI Maluku Doorng Pengembangan Ekosistem Digital

Ambon, BKA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku terus mendorong pengembangan ekosistem digital di Kota Ambon, untuk percepatan pemulihan dampak ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Melalui Program Inkubasi yang berlangsung selama 8 (delapan) minggu secara virtual, didampingi oleh Angel Investment Indonesia Network (ANGIN) sebagai perusahaan penyedia jaringan investasi dan pengembang ekosistem kewirausahaan, telah berhasil menyaring lebih dari 6.000 proposal dan jaringan investor yang dimiliki dan telah berinvestasi langsung di lebih dari 40 perusahaan di seluruh Indonesia, serta mendukung 50 perusahaan tambahan untuk mengumpulkan dana melalui pendampingan strategis, pengembangan kurikulum untuk investor dan pengusaha.

Sebelumnya, telah dicanangkan gerakan #MariKatongBalanjaOnline sebagai upaya mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 dan menggerakan roda perekonomian di Kota Ambon.

Gerakan ini merupakan penguatan sisi hilir dari ekosistem baru, yang didalamnya terdapat 3 (tiga) aktivitas utama, yaitu, proses akselerasi untuk memberikan kemudahan perizinan usaha serta pendampingan dan pelatihan bagi usaha digital. Kedua, proses On Boarding untuk menghubungkan pelaku pedagang besar dan kecil agar dapat memanfaatkan platform digital, serta memfasilitasi UMKM membuat katalog digital. Terakhir, ketiga, proses Optimalisasi QRIS sebagai media pembayaran yang cepat dan aman.

Selain itu, ada 3 (tiga) aplikasi start up lokal dengan keunggulannya masing-masing, yaitu, AmbonAccess, PigiPasar, dan BaliDoo.

Untuk mempercepat dampak kehadiran ketiga aplikasi tersebut, Bank Indonesia mempersiapkan program Capacity Building, untuk memperkuat lini bisnis usaha layanan pesan antar dalam bentuk inkubasi dan akselerasi usaha.

Program Inkubasi Usaha ditujukan kepada PigiPasar dan BaliDoo sebagai embrio start up layanan pesan antar di Kota Ambon, untuk memberikan wawasan tentang strategi bisnis, pengetahuan keuangan, pengetahuan pasar, dan pengetahuan operasional dalam membangun bisnis berbasis digital.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang, mengungkapkan, dengan adanya aplikasi start up lokal maka akan menjadi potensi agar transaksi ekonomi bisa tetap berjalan, tapi keamanan dan kesehatan masyarakat itu tetap terjaga.

“Ini salah satu solusinya, makanya kami dorong dan ini memang ada, sehingga harus berkembang. Mungkin saat ini baru beberapa, kedepannya pasti akan muncul lain dan akan kita doorng. Sehingga secara otomatis, ekosistem itu terbentuk nantinya,” ungkapnya, Jumat(14/8).

Dia juga menyampaikan, ini bukan hanya menjadi kebutuhan masyarakat. Namun Pemerintah Pusat juga tengah berupaya, agar negara ini semakin maju dan harus bisa mengatasi kondisi pandemi sekarang.

“Kita mau maju dan juga untk bisa mengatasi kondisi saat ini, harus ada pengusaha-pengusaha baru. Kalau pasar ini sudah secara online, maka penjualannya pun juga akan tersebar luaskan,” jelasnya.

Manullang juga menambahkan, kedepannya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku akan terus mendorong pengembangan ekosistem digital di Kota Ambon, untuk mendorong pemulihan dampak ekonomi di masa pandemi.

“Tim Fasilitator akan dipersiapkan untuk membantu UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan dan menerima pembayaran sehingga jangkauan penjualan dapat lebih luas dan cepat,” tutupnya. (KJH)

Comment