by

BKD Akan Usul Kepsek Ikut Vaksinasi

Ambon, BKA- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon segera usulkan seluruh kepala sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 dan swab test. Hal ini untuk menghindari penularan virus yang telah merenggut puluhan nyawa di kota bertajuk Manise ini.

“Nanti kita akan bicarakan hal ini dengan walikota. Supaya kita punya Aparatur Sipil Negara (ASN) sehat dari Covid-19. Jangan sampai sakit, lalu bilang orang lain yang buat,” sebut Kepala BKD kota Ambon, Benny Selanno, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/2).

Benny menjelaskan, kalau swab test dengan vaksin Covid-19 itu beda. Yakni untuk swab test dapat memastikan seseorang betul terpapar Covid-19 atau tidak. Sementara vaksin hanya bersifat mencegah penularan.

“Seseorang vaksin tidak tahu kalau sudah tertular atau tidak. Sedangkan swab bisa pastikan kalau seseorang sudah terpapar atau belum,” sebutnya.

Bukan itu saja, Benny mengaku, ketika kepala sekolah mengikuti swab test dan dinyatakan hasilnya positif, maka langsung dikarantina untuk dirawat sampai dinyatakan sembuh. Dan hal dimaksud, bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kan bagus, kalau dia positif Covid-19, pasti langsung diisolasi atau karantina. Selama diisolasi kan mereka akan dirawat dan diobati hingga sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Benny mengaku, kepala sekolah sangat bertanggung jawab kepada seluruh anak didik maupun para guru. Untuk itu, harus bisa ikut test swab sehingga Covid-19 tidak gampang tertular.

“Karena kalau kita swab, pasti kita tau kalau kita sudah Covid-19 atau belum. Dengan begitu kita pasti menjaga jarak dengan orang lain yang belum tertular,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu Kepsek SD di kota Ambon, meminta agar program vaksinasi Covid-19 lebih baik juga diterapkan bagi para guru, ketimbang harus diswab. Yakni apabila Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyetujui usulan BKD tersebut.

Bahkan jika walikota menyetujui swab test dilakukan kepada Kepsek, dan hasilnya negatif, belum ada kemungkinan proses Belajar Tatap muka (BTM) diterapkan.

“Karena kalau Kepsek diikut sertakan untuk swab, kemudian ke guru-guru itu mubazir. Maksudnya adalah, pada saat swab dan misalnya semua negatif, memang tidak tidak apa-apa. Tapi bagi saya, itu belum meyakinkan adanya BTM. Karena secara umum, kota ini masih dalam zona orange,” pungkasnya. (IAN/LAM).

Comment