by

BKD Skorsing Oknum Dukcapil

Ambon, BKA- Pemeriksaan terhadap pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon terkait dugaan keterlibatan calo, dianggap selesai oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon. Salah satu Oknum Dukcapil tersebut, saat ini sementara diskorsing oleh BKD.
Oknum Dukcapil dimaksud, sebelumnya diperiksa karena diduga membantu para calo membuat KTP dan KK dengan melakukan pengutan uang dari masyarakat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon, Benny Selano mengatakan, seorang pegawai dukcapil yang diperiksa atas dugaan keterlibatan calo, sementara sedang diskorsing kerja. Sanksi tersebut dianggap sebagai efek jera yang harus diterima oknum pegawai Dukcapil.

“Sudah selesai dan kita sudah memberikan pengajuan ke pak wali. Contohnya, sanksinya adalah tetap bertahap sesuai dengan PP 53 2010. Jadi begini, sebetulnya ada kekeliruan yang mereka buat. Yang bersangkutan tidak melaksanakan pekerjaan, diskorsing kerja,” sebut Selanno, kepada wartawan, di Balai Kota Ambon, Selasa (5/1).

Menurutnya, Dukcapil tidak melakukan pelayanan melalui warga yang bukan pegawai dari Dukcapil. Dan atas perbuatan yang dilakukan pegawai dukcapil tersebut, dianggap hanya kekeliruan. Untuk itu, harus diberikan teguran sesuai aturan yang berlaku.

“Dukcapil tidak menerima pelayanan via orang, jadi Dukcapil itu menerima pelayanan langsung dari yang bersangkutan. Nah ini yang musti kita batasi, sudah kita berikan peringatan keras langsung dikasih kewenangan kepada kepala dukcapil untuk bisa melanjutkan itu,” terangnya.

Intinya, lanjut Selanno, jangan lagi ada pegawai yang melakukan pekerjaan yang sudah keluar dari tugas dan fungsi sebagai pegawai Dukcapil. Apabila melanggar aturan kerja, bisa menimbulkan kesalahan dalam pekerjaan.

“Tentunya peringatannya sudah jadi tidak ada meniti-meniti pada orang kedua, ketiga. Kalau orang kedua, ketiga berarti itu orang dalam yang bukan fungsi di situ. Nah itu bisa mengakibatkan salah kerja,” tegasnya. (BKA-1)

Comment