by

BKKBN Orientasi Pendampingan PJP Bagi Lansia

Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, menggelar orientasi Pendampingan Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi warga lanjut usia (lansia) di Maluku tahun 2021. Orientasi secara langsung dibuka Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dra. Renta Rego, di aula BKKBN Maluku, Selasa (18/5).

Rego dalam arahannya mengatakan, populasi lansia di Indonesia berjumlah 26 juta jiwa atau 9,92 persen dari total penduduk sesuai data BPS tahun 2020. Sementara populasi lansia di Maluku berjumlah 107.237 atau 5,8 persen dari total penduduk Maluku sebanyak 1.848.923 (hasil SP.2020).

Menurutnya, jumlah penduduk lansia di Indonesia bahkan di Maluku sendiri mengalami peningkatan yang signifikan. Sesuai dengan proyeksi penduduk bahwa tahun 2045 mendatang, penduduk lansia mencapai 19,8 persen.

Dimana penduduk merupakan salah satu hasil dari pembangunan seperti peningkatan kesehatan, gizi, pendidikan dan teknologi. Sehingga kualitas hidup lansia lebih baik dan usia harapan hidup meningkat.

Kata dia, besarnya jumlah penduduk lansia dapat membawa dampak positif maupun negatif. Kehadiran lansia dapat berdampak positif apabila penduduk tersebut berada dalam keadaan sehat, aktif dan produktif.
“Namun, apabila banyak lansia yang rentan karena mengalami penurunan kapasitas fisik, mental dan kognitif akan berdampak negatif bagi pembangunan,” tutur Rego.

Menurut dia, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, penguatan pelayanan rumah lansia melalui tujuh diminsi lansia tangguh dan Pendampingan Perawan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia, merupakan salah satu proyek BKKBN untuk mendukung prioritas nasional.
“Lewat peningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing dengan program prioritas, penguatan pelaksanaan perlindungan sosial dan kegiatan prioritas kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Ia menjelaskan, output yang diharapkan dari proyek tersebut, yaitu kelompok Bina Kelurga Lansia (BKL) dapat melakukan pelayanan ramah lansia, melalui tujuh dimensi lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia.
Pembinaan ketahanan keluarga Lansia dan Rentan merupakan bagian dari Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, terutama sub urusan Keluarga Sejahtera yang merupakan urusan pemerintahan yang wajib tapi tidak berkait dengan pelayanan dasar.

“Pembagian kewenangan antara pemerintah dan pemerintah daerah diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan proyek ini diharapkan ada sinergitas antara Perwakilan BKKBN Provinsi dan OPD Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta mitra kerja terkait,” pintanya.

Dijelaskan, kondisi lansia saat ini bukan tanpa masalah dan tantangan. Berbagai permasalahan terutama yang terkait dengan aspek kesehatan dan ekonomi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai sumber daya manusia pembangunan.

Dimana keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam situasi pandemic Covid-19, dan keluarga yang tinggal bersama lansia harus melakukan perlindungan kepada lansia. Dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk menjaga lansia agar tidak terpapar Covid-19.

“Para peserta diharapkan dapat mensosialisasikan kembali materi pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia. Sehingga terlaksananya pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia melalui identifikasi kemandirian lansia, melalui instrument Activity Daily Living (ADL) dan Instrumental Activity Dailiy Living (IADL),” harapnya, (RHM)

Comment