by

BKKBN Siap Lakukan PK 2021

Ambon, BKA- Guna mensukseskan program Pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) sejak dini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng mitra untuk nantinya melakukan pendataan keluarga (PK) pada Maret 2021.

Kerjasam dengan menggandeng mitra, dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai isu strategis yang berkembang di masyarakat saat pandemi Covid-19. Dimana dengan kondisi pandemi, angka kehamilan meningkat di kalangan pasangan usia subur.
Sehingga diperlukan sinergitas, integritas, akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja, dalam peningkatan penggerakan program Bangga Kencana di seluruh tingkat wilayah.

Lewat rilisnya kepada koran ini, Minggu (31/1), Kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo mengatakan, untuk mencapai tujuan dilaksanakan Pendataan Keluaardga (PK), maka pihaknya memerlukan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan atau stakeholder lainnya.

Dirinya sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan dukungan, komitmen serta kerjasama yang kuat dalam memberikan pengetahuan, kesadaran dan aksesibilitas pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat.
“BKKBN akan melaksanakan hajatan besar yakni Pendataan Keluarga (PK). PK ini dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia secara serentak April 2021. Untuk mendapatkan data dan informasi tentang keluarga Indonesia. Baik dari segi kuantitas keluarga maupun kualitas kehidupan keluarga Indonesia. PK ini akan melibatkan banyak kader di lapangan, dan bapak ibu yang telah hadir dalam Rakornis ini merupakan garda terdepan dari mitra kerja BKKBN,” ungkap Hasto.

Dijelaskan, PK merupakan hal yang berbeda dari Sensus Penduduk (SP) yang baru saja dilakukan oleh BPS. Dimana data dan informasi yang dikumpulkan dalam PK, akan menghasilkan data dan informasi tentang keluarga Indonesia, serta menjadi dasar terwujudnya “one and single data” keluarga Indonesia. Yang dapat dimanfaatkan sebagai perencanaan kinerja, referensi untuk strategi kegiatan yang akan dilaksanakan, serta evaluasi kinerja dalam upaya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga maupun untuk program-program kerja terkait lainnya.

“Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, BKKBN telah menjalin kemitraan yang berkualitas, kondusif dan berkesinambungan dengan mitra-mitra kerja TNI, IBI, PKK. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas semua dukungannya,” ucapnya.
Menurutnya, dari data hasil Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia sampai dengan tahun 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa. Sehingga total penduduk Indonesia telah bertambah sebanyak 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil SP 2010, dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dalam dekade terakhir sebesar 1,25 persen.

Hal ini mengindikasikan bahwa melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), LPP telah berhasil diperlambat bila dibandingkan dengan periode 2000-2010 yang mencapai 1,49 persen per tahun.

Dia berharap, melalui kerjasama yang dilakukan, segala tantangan yang dihadapi BKKBN dapat diatasi. Seperti terjadinya peningkatan putus pakai penggunaan kontrasepsi bagi PUS, meningkatnya angka Unmet-Need di masa Pandemi COVID-19, terhentinya sebagian besar kegiatan pengasuhan orang tua di kelompok kegiatan, serta maksimalnya pemberian pelayanan terpadu program Bangga Kencana dengan sector pembangunan lainnya, dapat di tekan menjadi seminimal mungkin bahkan kalau memungkinkan tidak terjadi. (RHM)

Comment