by

BKKBN Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh

Ambon, BKA- Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, menggelar sosialisasi Tujuh Dimensi Lanjut Usia (Lansia) Tangguh bagi kader Bina Keluarga Lansia (BKL) Provinsi Maluku tahun 2021.

Sosialisasi itu dibuka Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dra. Renta Rego, di hotel Marina Ambon, kemarin.
Renta dalam sambutannya mengatakan, populasi lansia di Indonesia berjumlah 24,49 juta jiwa atau 9,27 persen dari total penduduk (BPS 2018). Dan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, Penguatan Pelayanan Ramah Lansia melalui Tujuh Dimensi Lansia Tangguh dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia, merupakan salah satu proyek BKKBN untuk mendukung prioritas nasional.

Menurutnya, pembinaan ketahanan keluarga lansia dan rentan merupakan bagian dari urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, terutama sub urusan Keluarga Sejahtera yang merupakan urusan pemerintahan yang wajib, tapi tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Yakni pembaginan kewenangan antara pemerintah dan pemerintah daerah, diatrur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014.

“Perlu disadari bahwa, kondisi lansia saat ini bukan tanpa masalah dan tantangan. Berbagai permasalahan terutama yang terkait dengan aspek kesehatan dan ekonomi akan berdampak pada kualitasnya sebagai sumber daya manusia pembangunan. Dengan demikian, lansia dapat menjadi salah satu kelompok rentan yang harus menjadi perhatian dari banyak pihak,” tutur Renta.

Dikatakan, salah satu program terkait lansia yang dikembangkan oleh BKKBN di lingkungan masyarakat adalah kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL). Yang menjadi wadah bagi keluarga lansia dan para lansia, untuk mewujudkan lansia tangguh melalui tujuh dimensi. Serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam mendampingi lansia yang membutuhkan Perawatan Jangka Panjang (PJP) di BKL.

“Perawatan jangka panjang adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang lain, baik itu pendamping (caregiver) formal atau informal. Untuk memastikan bahwa lansia yang mengalami atau berisiko mengalami penurunan atau kehilangan kapasitas intrinsic, dapat mempertahankan kapabilitas fungsional yang konsisten dengan hak-hak dasarnya, kebebasan yang fundamental dan menjaga martabatnya,” paparnya.

Renta berharap, kelanjutan dari kegiatan tersebut yaitu, para peserta dapat mensosialisasikan materi pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia. Kemudian terlaksana pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia, melalui identifikasi kemandirian lansia yaitu instrument Activity Daily Living (ADL) dan Instrumental Activity Dailiy Living (IADL).
“Terlaksana pendampingan jangka panjang bagi lansia oleh keluarga anggota BKL yang memiliki lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Dan melakukan pendampingan kepada lansia yang membutuhkan PJP, yang tidak memiliki keluarga dan dirujuk kepada instansi atau mitra kerja terkait, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Maluku.

Sebelumnya, panitia penyelenggara menjelaskan, sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta dalam menerapkan tujuh dimensi lansia tangguh kepada anggota kelompok BKL. Dengan melibatkan 30 peserta meliputi kader BKL berasal dari 11 kabupaten/kota seMaluku, dengan waktu kegiatan tanggal 26 sampai 28 April 2021, serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Maluku dan Perwakilan BKKBN Maluku. (RHM)

Comment