by

BKKBN Workshop Pengelola PIK Remaja

Guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan remaja tentang perencanaan keluarga dan Kesehatan reproduksi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Workshop Pengelola Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Workshop sehari ini dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dra. Renta Rego di aula BKKBN, Sabtu (22/5). Yang diikuti 25 Pengelola/Pendidik/Konselor sebaya dari 25 PIK Remaja yang menjadi sasaran/lokus Pro PN Tahun 2021 di Kota Ambon.

Selain meningkatkan kepedulian remaja, khususnya para pendidik sebaya dan konselor sebaya, workshop juga bertujuan memberikan motivasi kepada para pengelola PIK R dalam mengedukasi teman sebayanya. Serta dapat membekali pendidik sebaya dan konselor sebaya dengan pengetahuan dan teknik fasilitasi yang relevan. Sehingga pelaksanaan edukasi di PIK R dapat berjalan dengan baik.

Mengawali workshop, Renta mengatakan, rebranding yang dilakukan BKKBN saat ini, bukan hanya sekedar merubah logo dan tagline. Tetapi juga merubah pola pendekatan, strategi dan kegiatan-kegiatan agar lebih relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi milenial dan generasi
“Program ketahanan remaja yang dikenal dengan Program GenRe (Generasi Berencana), menjadi salah satu program yang harus melakukan penyesuaian. Karena target dari program ini adalah remaja yang tidak lain merupakan generasi masa depan. Sehingga program ketahanan remaja harus didesain untuk dapat melibatkan remaja secara bermakna,” tutur Renta, lewat rilis Humas BKKBN Maluku kepada koran ini, Minggu (23/5).

Menurut dia, remaja bukan hanya menjadi pelengkap, pemanis dan objek dari program. Namun remaja harus menjadi subjek dan dilibatkan dalam setiap tahapan program yang dilaksanakan. Dimana PIK R yang mulai dibentuk sejak tahun 2007, sebagai komitmen dalam memperhatikan kesehatan dan hak-hak reproduksi dalam program KB. Yakni merupakan wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja.

PIK R sendiri, lanjut dia, menjadi akses informasi, pendidikan dan konseling kesehatan reproduksi remaja dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Sehingga PIK R harus menjadi wadah, dimana remaja dilibatkan secara bermakna dalam program ketahanan remaja.

“Pendidik sebaya dan konselor sebaya di PIK R seperti nyawa dalam tubuh seseorang. Mereka yang menjadi tokoh utama yang menentukan hidup matinya kelompok. Maka lewat PIK R, akan dapat memberikan motivasi terbesar yang harus dimiliki oleh pendidik sebaya dan konselor,” terangnya.

Ia menambahkan, program “Tentang Kita” merupakan salah satu revitaslisasi program GenRe yang dikembangkan dalam upaya penguatan peran pendidik sebaya dan konselor sebaya di PIK Remaja. Progran ini juga membahas tentang kehidupan Aku dan Kamu sebagai seorang remaja.

“Para remaja yang hadir dan akan mengikuti kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang benar bagi rekan sebaya. Hindari informasi yang tidak benar dan berupaya untuk bisa menjadi panutan yang baik bagi rekan sebayanya. Dengan berperan sebagai pendidik sebaya dan konselor sebaya, teman-teman sudah ikut berperan dalam pelaksanaan program pemerintah. Khususnya program Bina Ketahanan Remaja yang dapat memberikan manfaat bagi para remaja di Indonesia, khususnya bagi para remaja di Maluku,” harap dia.(RHM)

Comment