by

BMKG: Potensi Banjir Bisa Lebih

Waspada La Nina
Ambon, BKA- Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan warning terkait fenomena La Nina yang melanda Indonesia, termasuk untuk Pulau Ambon dan sekitarnya hingga akhir Desember tahun ini.

Akibat fenomena itu, potensi banjir di Pulau Ambon diperkirakan bisa lebih meningkat, dibanding 3 Oktober lalu.

Fenomena La Nina, merupakan peristiwa mendinginnya suhu muka laut di Pasifik tengah. Umumnya membuat hujan di Indonesia bertambah. Fenomena ini diprakirakan akan melanda seluruh daerah di Indonesia, termasuk Pulau Ambon.

La Nina merupakan lawan dari fenomena El Nino atau peristiwa memanasnya suhu muka laut di Pasifik tengah. Yang umumnya membuat hujan di Indonesia berkurang. Fenomena El Nino ini pernah melanda Kota Ambon di tahun 2015 lalu, hingga membuat kota bertajuk Manise ini mengalami krisis air bersih.

Kepala Stasiun Meterologi Kelas II Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, saat dihubungi mengatakan, seluruh daerah di Indonesia, umumnya mengalami dampak dari fenomena La Nina di tahun ini.

Bahkan diprakirakan, fenomena alam ini akan bertahan hingga Desember 2020. “Kemarin juga ada himbauan dari Presiden, bahwa sektiar 30 sampai 40 persen daerah akan terimbas fenomena La Nina. Maka potensi hujan akan lebih banyak, karena salah satu faktor senjang. Memang untuk Pulau Ambon telah masuk masa transisi dari musim penghujan ke kemarau. Tapi ini ditandai dengan istilah kemarau basah. Artinya, kita berada di musim kemarau, tapi curah hujan masih banyak. Itu berpotensi karena adanya fenomena La Nina ini yang berlaku di seluruh Indonesia, termasuk Pulau Ambon,” terang Ot Oral, saat dihubungi koran ini, Selasa (20/10).

Menurut dia, sesuai prakirakaan BMKG, maka dapat dilihat pada suhu muka laut yang tinggi, hingga menyebabkan terjadinya penumpukan awan. Sehingga potensi curah hujan meningkat. Dan sesuai analisa BMKG, hal tersebut merupakan dampak dari fenomena La Nina.

“Jadi ini bukan badai atau topan, tapi fenomena alam. Untuk wilayah Maluku juga dapat. Musim kemarau, tapi masih terjadi hujan. Ini karena La Nina tadi. Maka itu kita perlu waspada,” pesannya.

Dijelaskan, dengan adanya fenomena La Nina, maka masyarakat maupun Pemerintah Provinsi Maluku maupun Kota Ambon, harus lebih waspada untuk mengantisipasi terjadinya bencana akibat curah hujan yang berpotensi meningkat.

Bahkan dari fenomena ini, diprakirakan bencana banjir bisa lebih dari tanggal 3 Oktober 2020 lalu ataupun mengalami penurunan.

“Fenomena La Nina ini bisa bertahan, kita prediksi sampai Desember tahun ini. Memang bisa juga sampai Maret 2021. Tapi kita prediksi potensi hujan terjadi lebih banyak sampai Desember. Akan terjadi cuaca ekstrim. Pengertiannya, bisa lebih dan bisa kurang. Kejadian banjir tanggal 3 Oktober kemarin, itu bisa berdampak lagi. Maka perlu kewaspadaan,” sebutnya.

Dirinya menilai, kesiapan masyarakat juga perlu digalakan, untuk mengantisipasi terjadinya curah hujan tinggi. Dan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon maupun Provinsi Maluku.

“Memang selalu ada istilah evakuasi mandiri. Pengertiannya, bukan pemerintah lepas tangan, tetapi masyarakat juga perlu waspada, seperti yang tinggal di daerah perbukitan untuk antisipasi longsor. Kemudian yang di bantaran sungai, terkait banjir,” tutur dia.

Ia menambahkan, salah satu upaya yang perlu dimaksimalkan oleh pemerintah daerah, yakni, terkait sosialisasi.

“Jadi kebetulan dari pihak pemerintah kota dan provinsi, harus waspada dengan mengantisipasi. Bencana tidak bisa dipredksi, tapi bisa di minimalisir. Dan upaya yang harus dilakukan, salah satunya sosialisasi. Itu penting bagi masyarakat dan pemerintah, untuk cepat mengambil tindakan,” sarannya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Ambon, Rawidin La Ode Ido, saat dihubungi mengaku, belum mengetahui terkait hal tersebut. Namun menurutnya, prakirakaan BMKG secara nasional ini perlu diantisipasi oleh Pemerintah Kota Ambon.

Sebab, Ambon merupakan daerah langganan banjir setiap tahun, jika memasuki musim penghujan. Sehingga butuh perhatian serius dari Pemerintah Kota Ambon untuk bisa mengantisipasi bencana alam tersebut.

“Memang saya belum mengetahui soal fenomena La Nina ini, tapi ini tentu menjadi masukan kita sebagai wakil rakyat. Karena Ambon baru saja dilanda banjir. Dan ini akan kita sampaikan ke teman-teman fraksi, agar dapat menindaklanjuti hal ini. Minimal ada upaya pencegahan untuk meminimalisir bencana,” pungkas Ketua Fraksi Perindo Kota Ambon ini. (UPE)

Comment