by

Boeing Akui Pesawat Tipe 737 Max Alami Masalah Baru

Produsen pesawat, Boeing mengumumkan masalah baru pada sejumlah unit 737 Max. Kali ini, pesawat tersebut mengalami masalah kelistrikan.

Melansir CNN, Minggu (11/4), Boeing telah memberitahukan 16 maskapai penerbangan yang memiliki pesawat 737 Max bermasalah tersebut. Namun, perusahaan tidak merincikan maskapai terkait serta jumlah unit 737 Max yang bermasalah.
“Boeing telah merekomendasikan kepada 16 pelanggan bahwa mereka menghadapi potensi masalah kelistrikan pada pesawat 737 Max tertentu sebelum operasi lebih lanjut,” kata pihak Boeing.

Saat ini, Boeing sedang bekerja dengan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) untuk mengatasi masalah tersebut.

Seperti diketahui, semua pesawat Boeing 737 Max di seluruh dunia terpaksa dikandangkan alias grounded selama 20 bulan, terhitung sejak Maret 2019 hingga November 2020. Ini menyusul dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang.
Namun, FAA akhirnya memberikan izin terbang kembali pada Max 737 usai perbaikan yang dilakukan Boeing pada sistem keselamatan yang sebelumnya tidak berfungsi sehingga menyebabkan kecelakaan nahas itu.

Sayangnya, sejumlah negara termasuk China, belum mengizinkan pesawat Boeing 737 Max terbang lagi meski sudah mengantongi lampu hijau dari FAA. Imbas kebijakan grounded tersebut, Boeing terpaksa mengeluarkan biaya perawatan lebih dari US$20 miliar.

Terpisah, Analis Keamanan Penerbangan CNN David Soucie meyakini masalah baru 737 Max melibatkan cadangan ke sistem tenaga utama yang memberi daya pada semua bagian listrik pesawat. Sistem ini secara kasar dianalogikan dengan panel pemutus sirkuit di rumah.

Empat maskapai penerbangan AS memiliki pesawat 737 Max pada armada penerbangannya. Meliputi, yakni Southwest (LUV), United (UAL), American (AAL) dan Alaska Air (ALK).

Southwest dan United telah memesan 737 Max tambahan sejak larangan terbang tersebut dicabut. Namun, Southwest mengatakan bahwa masalah tersebut mempengaruhi 30 dari 58 armada 737 Max milik maskapai. Karenanya, Southwest menyatakan akan menggantikan pesawat-pesawat tersebut dengan pesawat lain untuk mengantisipasi gangguan pada operasionalnya.

Sementara itu, United mengatakan masalah tersebut mempengaruhi 16 dari 30 pesawat 737 Max. Senada dengan Southwest, United juga sedang berupaya untuk menukar pesawat guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
“Kami berkomunikasi dengan Boeing untuk jadwal pengembalian pesawat. Kami belum memiliki perkiraan saat ini,” tutur United.

Sedangkan, American mengatakan masalah itu tidak mempengaruhi 24 armada 737 Max mereka.

“Kami akan terus bekerja sama dengan FAA, Boeing, pemimpin serikat kami, dan tim keselamatan untuk penilaian menyeluruh sampai masalah tersebut selesai,” kata American. (INT)

Comment