by

BPBD : Ambon Masih Dalam Musim Penghujan

AMBON-BKA, Sesuai hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon kembali menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana. Pasalnya, kota Ambon masih dalam musim penghujan.

Sekretaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury menyebutkan, sesuai informasi yang disampaikan BMKG, beberapa wilayah di Provinsi Maluku masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan disertai angin kencang. Salah satunya adalah kota Ambon.

Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah ketinggian maupun bantaran sungai, harus tetap waspada ketika curah hujan meningkat.

Baca juga: Maluku Berpotensi Hujan dan Gelombang Tinggi

“Hujan lebat dan angin kencang masih mengancam. Dan Informasi ini resmi dari BMKG. Saya menghimbau warga untuk selalu waspada dengan situasi seperti ini,” pesan Eva, kepada wartawan, Rabu (11/8).

Sambung dia, tingkat kewaspadaan harus dilakukan masyarakat Kota Ambon, yang tinggal di sekitar wilayah rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Sebab, bencana sulit untuk diprediksi. Dan seluruh himbauan yang disampaikan untuk keselamatan bersama.

“Bencana ini tidak bisa diprediksi kapan terjadi banjir atau longsor. Maka itu kami tetap menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Karena Kota Ambon sendiri masih dalam musim penghujan,” terangnya.

Disinggung soal tanggap bencana yang dilakukan BPBD terhadap bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu, Eva mengaku, tanggap darurat telah dilakukan.

Baca juga: Hunuth Prioritaskan Pelayanan Masyarakat

“Tanggap darurat yang kita lakukan untuk masyarakat tertimpa bencana banjir dan tanah longsor, sudah selesai pada 26 Juli 2021 lalu. Semoga tidak ada lagi bencana seperti ini di Ambon,” harapnya.

Menurutnya, yang dilakukan BPBD Kota Ambon saat ini hanyalah proses penanganan dari darurat ke pemulihan. Yakni penanganan terhadap sejumlah bencana yang terjadi sebelumnya. “Jadi sekarang tinggal perbaikannya secara fisik,” sebutnya.

Sekalipun masuk tahapan pemulihan, lanjut dia, pihaknya akan selalu melakukan tanggapan darurat ketika terjadi bencana alam. “Sekarang kan sudah dari darurat ke pemulihan. Nah walaupun cuaca masih mengancam, dan kita sudah masuk ke tahap pemulihan. Tapi bukan berarti kita tidak lakukan tanggap darurat kan, tetap dilakukan,” pungkasnya. (IAN)

Comment