by

BPBD Aru Keluarkan Larangan Berlayar

Ambon, BKA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru, mengeluarkan peringatan dini tentang larangan berlayar bagi masyarakat Kepulauan Aru. Larang melaut tersebut menindaklanjuti instruksi BMKG, terkait cuaca ekstrim yang diprakirakan akan terjadi di daerah penghasil Mutiara itu.

“Ya, kita sudah keluarkan larangan melaut dan bepergian terhadap masyarakat Aru. Dan sudah kita umumkan secara terbuka, baik di kota Dobo maupun ke 11 Kecamatan,” ungkap Kepala BPBD Kepulauan Aru, Predrik Hendrik, saat dikonfirmasi BeritaKota Ambon, Selasa (2/2).
Dijelaskan, sebenarnya larangan melaut dan bepergian terhadap masyarakat Kepulauan Aru, sebelumnya juga telah dikeluarkan pihaknya pada Desember 2020 kemarin. Dikarenakan cuaca ekstrim melanda daerah tersebut sejak akhir tahun 2020. “Jadi rilis ini untuk yang kedua. Karena yang pertama pada bulan Desember tahun lalu,” jelasnya

Dia berharap, masyarakat Aru bisa patuh terhadap delapan poin larangan melaut dan bepergian menyusul cuaca ekstrim yang diprakirakan terjadi saat ini.
“Saya harap masyarakat Kepulauan Aru bisa patuh terhadap delapan poin larangan itu, karena penting bagi keselamatan kita bersama,” pesannya.

Terpisah, Kepala Kantor UPP Kelas III Dobo, M. Mail Katjo, saat ditemui mengaku, pihaknya juga sudah menghimbau kepada kapal-kapal untuk menghentikan sementara aktivitas pelayaran sampai cuaca alam benar-benar membaik.

“Kita memang tidak punya kewenangan untuk menghentikan pelayaran. Kita hanya menghimbau untuk menghentikan aktivitas pelayaran sampai cuaca saat ini membaik,” teranganya
Menurut dia, himbauan tersebut menyikapi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG stasiun maritim Ambon. Dimana wilayah laut Arafura dan perairan Kepulauan Aru kecepatan angin 15-27 knot, dengan tinggi gelombang 1,5-4 meter, suhu 26-31 C’ dengan kelembapan mencapai 70-95 persen.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tambah dia, pihaknya telah menghimbau kepada kapal-kapal kecil maupun besar, untuk sementara menghentikan aktivitas pelayaran, sampai cuaca benar-benar normal. “Ya itu yang kami himbau. Jadi harapan kami dapat ditindak lanjuti demi kebaikan bersama,”harapanya. (WAL)

Comment