by

BPJN Diminta Atasi Jembatan Wai Kaka

Ambon, BKA- Komisi III DPRD Provinsi Maluku telah meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku dan Maluku Utara, untuk segera mengatasi masalah ambruknya jembatan Wai Kaka di Desa Tala, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Beberapa waktu lalu, konstruksi jembatan Wai Kaka mengalami kemiringan, karena diterjang derasnya air sungai akibat tingginya curah hujan di Pulau Seram, beberapa waktu lalu.

Untuk mengantisipasi hal itu, agar warga sekitar maupun Pulau Seram dapat terus beraktivitas, maka dibuat jembatan darurat. Karena jembatan yang konstruksinya telah miring, tidak mungkin dilakukan perbaikan.

Namun saat ini, jembatan darurat Wai Kaka tersebut kembali ambruk, akibat derasnya terjangan air sungai menyusul hujan lebat yang melanda wilayah Pulau Seram sejak 19 Juni lalu.

Jembatan ini merupakan salah satu akses darat penting yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram, yakni, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Karena jembatan darurat itu ambruk, maka warga harus mencari alternatif jalur lain. “Kami sudah minta BPJN untuk segera mengatasi masalah itu secepatnya,” terang Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yermias, Selasa(23/6).

Saat ini, semua alat berat dan PPK, termasuk Satker pelaksanaa perbaikan BPJN, telah berada di lokasi jembatan Wai Kaka. Namun mereka belum bisa melakukan tindakan apapun. Karena memang kondisi wilayah Pulau Seram masih diguyur hujan lebat.

“Semuanya sudah ada dilokasi, sambil menunggu cuaca meredah dan deras air sungai surut, baru bisa dilakukan penanganan darurat,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau pun cuaca sudah memungkinkan, maka proses penanggulangan yang dapat dilakukan BPJN adalah membuat jembatan darurat.

“Untuk sementara, akan dibuat tanggap darurat dulu, sambil menunggu perancanaan BPJN untuk membangun jembatan yang permanan. Jadi warga harus bersabar dan berdoa, agar tanggap daruratnya bisa secepatnya dikerjakan,” ucapnya.(RHM)

Comment