by

BPKP Periksa Fery Tanaya di Kejati

Ambon, BKA- Tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku dan Maluku Utara, akhirnya memerika Fery Tanaya soal kasus dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Namlea, di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Rabu (25/11).

Pemeriksaan Fery Tanaya di Kejati Maluku ini, merupakan kali kedua yang diklarifikasi BPKP seputar bukti kepemilikan lahan tersebut. Dimana sebelumnya, pria berdarah Tionghoa ini telah diperiksa oleh penyidik Kejati Maluku.

“Dia hadir untuk klarifikasi keterangan dari Auditor BPKP Maluku dan Malut yang berlangsung di kantor Kejati Maluku,” ungkap Kuasa hukum Fery Tanaya, Firel Sahetapy, saat ditemui di Pengadilan Negeri Ambon.
Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Maluku Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi, turut membenarkan hal tersebut.


“Saya sudah cek itu klarifikasi oleh auditor terhadap saksi dalam rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara. Hanya saja menggunakan ruangan di Kejati dan didampingi juga oleh Penyidik,” beber Sapulette.
Tempat terpisah, sumber di Kejati Maluku, kepada Berita Kota Ambon mengaku, penyidikan kasus tersebut makin terang benderang. Yakni informasi yang akan digadang-gadang sebagai tersangka dalam perkara ini adalah, Fery Tanaya.

Menurut sumber, Pria yang sering disebut sebagai Raja Kayu di Pulau Buru itu, kali ini tidak akan lolos dari jeratan Penyidik Kejati Maluku.

“Buktinya sudah mengarah ke Fery. Tapi nanti kita lihat kesimpulan penyidik seperti apa. Semua tergantung dari hasil ekspos penetapan tersangka,” jelas sumber, yang menolak namanya di korankan.

Sebelumnya, Kejati Maluku mengklaim, status tersangka Ferry Tanaya akan segera diumumkan. Bahkan saat ini, proses penyidikan telah selesai. Saksi hingga ahli telah diperiksa, dan hanya menunggu audit kerugian keuangan negara dari BPKP.

“Terkait PLTMG Penyidik menunggu hasil audit. Informasi yang saya peroleh masih ada satu lagi klarifikasi oleh auditor. Jadi, kalau pertanyaan apakah Ferry Tanaya tersangka setelah audit dikantongi, ya sepertinya,” tutur Samy baru baru ini. (SAD)

Comment