by

BPOM Diingatkan Awasi Produk Makanan

Ambon, BKA- Komisi II DPRD Kota Ambon ingatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, untuk awasi produk-produk makanan dan minuman kadaluarsa di Kota Ambon memasuki bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah (2021).


Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Rawidin La Ode Ido mengatakan, pengawasan produk makanan dan minuman perlu dilakukan. Agar tidak ada barang kadaluarsa atau lewat batas pengguna yang bebas dijual belikan.

“Pengawasan sangat diperlukan, apalagi ini kan mau masuk puasa. Selaku mitra, kita ingatkan agar pengawasan BPOM terhadap produk makanan dan minuman kadaluarsa di kota Ambon ini maksimal sampai lebaran,” pinta Rawidin, saat dihubungi koran ini, Minggu (11/4).

Politisi Perindo Dapil Nusaniwe ini mengaku, selain BPOM, Komisi II juga akan mengundang Disperindag Kota Ambon terkait pengawasan harga barang di pasar.

Sebab, banyak masyarakat yang mengeluh terkait kenaikan beberapa bahan pangan jelang bulan Ramadhan.

“Satu hari dua, kita juga berencana panggil Disperindag. Rencananya itu pekan lalu, cuma ka Kadisnya baru dilantik. Makanya baru mau diagendakan untuk bisa melakukan pengawasan harga barang. Karena banyak warga yang mengeluh soal lonjakan harga barang jelang puasa,” bebernya.
Ia berharap, seluruh instansi atau dinas terkait dapat maksimal melakuman pengawasan, sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan.

“Ini kan kondisi Covid, jangan lagi masyarakat dirugikan dengan kenaikan harga barang sepihak ole oknum. Ini yang harus diawasi ketat oleh pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Substansi Pemeriksaan BPOM di Ambon, Mathias Sandy Tokan Ola, saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah melakukan pengawasan sejak Natal dan Tahun Baru 2020. Dimana pengawasan rutin dilakukan setiap dua Minggu sekali.

Bahkan pengawasan jelang Ramadhan untuk tahun ini, sudah mulai dilakukan dari pekan sebelumnya.

“Kalau yg minggu ini memang. Sesuai surat edaran pelaksanaan intensifikasi pangan menjelang Natal dan tahun baru dimulai. Nanti setiap minggu sampai jelang lebaran. Untuk 2 minggu awal, dimulai dari minggu ini targetnya mulai dari hulu, yaitu distributor pangan,” beber Sandy.

Disebutkan, pihaknya berencana targetkan 150 sarana pengawasan di seluruh Maluku selama Ramadhan. Kecuali Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD) yang menjadi kewenangan BPOM Saumlaki.

Dan hingga saat ini, lanjut dia, dari beberapa distributor yang diperiksa, belum ada temuan produk kadaluarsa.

“Minggu ini kami ada target sampling pangan fortifikasi khusus garam. Jadi kami fokus juga kesitu, jadi blm banyak sarana pangan yang dijangkau di minggu pertama ini. Untuk saat ini khusus pengawasan menjelang lebaran saja. Nanti minggu depan bila sudah mulai puasa, berarti akan ada pengawasan takjil lagi ke lapagan,” tutup Sandy. (UPE).

Comment