by

BTM Perlu Kerja Sama Banyak Pihak

Keinginan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan di sekolah, harus disertai dengan langkah masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

Kepala SMK Negeri 6 Ambon, Edo Luturmas, mengatakan, keinginan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara tatap muka di sekolah di masa pandemi Covid-19, menjadi keinginan bersama. Bukan hanya keinginan guru, siswa, maupun orangtua, tapi juga keinginan masyarakat.

Sehingga, kata Luturmas, agar proses Belajar Tatap Muka (BTM) dapat terlaksana kembali di sekolah, semua pihak mau bekerja sama untuk patuhi aturan yang ada. Sehingga nantinya menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kalau mau BTM, kita semua perlu bekerja sama. Mulai dari dinas pendidikan, orang tua, dan yang terutama pihak sekolah. Perlu tetap dilakukan pemantauan, agar jika BTM dilakukan tidak menambah klaster terbaru penyebaran Covid-19,” terang Luturmas, Kamis (17/6).

Dia mengungkapkan, belajar Daring memiliki beberapa kekurangan. Tetapi BTM disaat pandemi Covid-19, memiliki resiko yang berdampak kepada kesehatan jika tidak diperhatikan dengan baik.

“Belajar Daring tentu memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, ada beberapa siswa yang tidak memiliki fasilitas memadai untuk belajar Daring. Selain itu, belajar Daring tidak sepenuhnya membuat para murid paham materi dengan baik. Namun untuk BTM diberlakukan, tentu memiliki konsekuensi dengan kesehatan kita,” jelasnya.

Untuk itu, diperlukan kordinasi setiap pihak. Orang tua berperan mengawasi anak, agar tetap ikuti protokol dari rumah. Sekolah menjadi pilar utama untuk menjaga protokol kesehatan tetap terjaga selama BTM. Jika semua mengerti perannya, maka BTM bisa dilakukan.

“Untuk itu, kordinasi lintas komponen perlu dilakukan. Orangtua untuk memantau anak, dan sekolah untuk tetap menerapkan protokol itu sendiri. Jika semua mau bekerja sama, saya kira BTM bisa dilakukan tanpa adanya klaster baru,” tutup Luturmas. (BKA-1)

Comment