by

BTM Tergantung Perkembangan Covid-19

Ambon, BKA- Hingga kini, Pemerintah Kota Ambon masih tetap berlakukan kebijakan belajar dalam jaringan maupun luar jaringan (daring dan luring) untuk menghindari penyebaran Covid-19. Sementara proses belajar tatap muka (BTM), tergantung perkembangan Covid-19.

Hal ini ditegaskan Kabid Fasilitas Kerja Satgas Covid-19 Kota Ambon, Benny Selanno, saat dihubungi koran ini, Minggu (31/1). Menurutnya, belajar tatap muka sangat dirindukan sebagian guru dan siswa di kota Ambon. Hingga sejumlah guru nekat melakukan belajar tatap muka di sekolah dengan para siswa, dan kemudian dibubarkan Satgas Covid-19.

Namun kata dia, proses belajar tatap muka dapat dilakukan, apabila perkembangan Covid-19 menurun. Sebab, Ambon hingga saat ini masih berada pada zona orange. “Kalau zona orange nanti kita tergantung dengan perkembangan Covid-19,” ungkap Benny Selanno.

Disebutkan, semua keputusan yang dilakukan dengan meniadakan proses BTM untuk sementara waktu, untuk kebaikan bersama, baik masyarakat maupun pemerintah.
“Yang kita lakukan ini, atas nama rakyat. Olehnya itu, baik TNI, Polri terlibat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon. Aturan yang keluar bukan untuk instansi sendiri. Tetapi untuk semua warga kota,” tandas Benny.

Ia menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membahas proses belajar tatap muka dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Untuk seluruh kepala sekolah yang di bawah naungan Pemerintah Kota wajib melakukan swab. Sehingga ketika BTM diberlakukan, para siswa maupun guru jauh dari ancaman penularan Covid-19.

“Nanti seluruh kepala sekolah kita akan swab. Karena nanti mereka berhadapan dengan guru maupun murid. Kalau memang ada yang terpapar Covid-19, kan tinggal diobati. Semua ini untuk kebaikan bersama,” terangnya. (IAN).

Comment