by

Bukti Kuat, ADD Haria Bisa Naik Penyidikan

Ambon, BKA- Bukti permulaan yang dikantongi tim Jaksa penyelidik di Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua (Cabjari) dalam pengusutan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp 2 miliar lebih, di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), hampir mendapat titik terang terkait siapa dalang dibalik raibnya uang miliaran itu.

Hal ini dipastikan setelah tim jaksa dipimpin Kacabjari Saparua, Ardy saat melakukan serangkaian penyelidikan awal, dengan memeriksa sejumlah pihak-pihak terkait yang mengetahui langsung aliran dana tersebut.

Berdasarkan sumber dari Jaksa kepada Beritakota Ambon mengatakan, saat tim jaksa melakukan penyelidikan terkait pemeriksaan pihak-pihak terkait, ditemukan ada indikasi kuat kalau kasus ini terjadi korupsi.

“Makanya dari pemeriksaan kasus ini, kita sudah pastikan akan naik penyidikan (Sidik),” ungkap sumber jaksa menolak namanya dipublis, kepada Beritakota Ambon, Minggu (25/10).

Kata dia, tim jaksa saat ini belum melakukan penyitaan bukti-bukti dokumen fisik dari pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab terhadap kasus ini.

“Kita belum sita bukti juga, karena kasusnya masih penyelidikan. Nanti kalau sudah naik penyidikan, baru kita adakan menyitaan. Hal ini demi mencari titik terang dari kasus ini,” tandas sumber itu.

Terpisah, Kacabjari Saparua, Ardy kepada koran ini mengaku, dirinya belum bisa memastikan kasus ini naik sidik atau tidak. Akan tetapi yang jelas, kasus ADD dan DD Haria, saat ini masih dilakukan penyelidikan.

“Intinya masih penyelidikan. Kalau bicara indikasi bukti mengarah naik sidik, pasti ada. Namun belum bisa kita publis. Karena masih dalam penyelidikan,” ungkap Ardy, ketika dihubungi melalui selulernya, Minggu kemarin.

Kata dia, sejauh ini, dalam pemeriksaan yang dilakukan. Ada sekitar 20 pihak terkait yang sudah dimintai keterangan.
“Sudah sekitar 20 pihak terkait yang kita periksa. Kecuali mantan Raja Haria yang sampai kini belum bisa dimintai keterangan karena sedang sakit. Infonya, dia strok. Jadi masih tunda dimintai keterangan,” pungkas Ardy.

Data yang dihimpun koran ini berdasarkan pengakuan Kacabjari Saparua Ardy, tim penyelidik sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria.

Bahkan, dari sejumlah bukti yang diperoleh tim korps adhyaksa itu, banyak temuan Mark Up dalam mengadaan item-item pekerjaan fisik pembangunan di dalam desa.

ADD dan DD ini terjadi penyalahgunaan berkisar miliaran dari jumlah anggaran yang dikucurkan Pemerintah Tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar lebih.

Ardy mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ADD dan DD Negeri Haria. Dari pemeriksaan awal, tim penyelidik sudah memeriksa beberapa orang pihak terkait.

“Jadi kita sudah periksa beberapa orang pihak terkait, ini kan masih penyelidikan awal jadi kita belum bisa buka-bukaan,” ungkap Ardy, di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (23/9).

Kata dia, pengusutan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat setempat, dari laporan itu, ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan dalam desa dilakukan mark up. Misalnya saja, pekerjaan lapangan Voly, pekerjaan jalan di lingkungan, pembangunan PAUD, Jambanisasi, Rumah layak Huni, dan pemberdayaan.

“Semua item-item pekerjaan itu diduga di Mark-up, jadi sekarang kita lagi selidiki dengan memeriksa pihak-pihak terkait dulu,” jelasnya.

Terpisah, menurut sumber jaksa, kasus ini diduga orang paling mengetahui langsung itu, Raja, Sekretaris dan Bendahara Negeri Haria.

Namun untuk memastikan itu, harus dilakukan serangkaian penyelidikan, hal ini penting untuk mengetahui titik terang dari pengusutan kasus ini.

“Raja Negeri Haria Jacob Maikel Manuhutu, Sekretaris Leo Manuhutu dan Bendahara Yosep Souhoka diduga orang yang lebih mengetahui terkait anggaran ADD dan DD ini, karena ketiganya mengelola uang miliaran ini,” pungkas sumber itu.(SAD)

Comment