by

Bukti Kuat,Kasus Penggelapan Asal Usul Keturunan Piter Bakarbessy Naik Penyidikan

Ambon, BKA- Kasus dugaan tindak pidana penggelapan asal usul keturunan moyang Piter Bakarbessy masuk babak baru.
Laporan dengan Nomor : LP-B / 65 / I / 2021 / maluku / 2021,pada 29 Januari 2021 ini, dilaporkan Konny Bakarbessy, sedangkan untuk terlapor Johaness Bakarbessy dan Julius Bakarbessy.

Kuasa hukum pelapor, Konny Bakarbessy yakni Marten Fordatkosu mengatakan, laporan polisi yang membuat geger seantero Negeri Waai tersebut kini telah masuk tahap penyidikan.

Marten mengatakan, setelah laporan polisi tersebut dibuat dan dimasukan ke Ditreskrimum Polda Maluku,tim penyidik bergerak cepat dalam melakukan penyelidikan awal. Dan karena bukti-bukti awal menguat, kasus ini kemudian ditingkatnya statusnya ke penyidikan.

“Jadi singkatnya laporan polisi klien saya kini statusnya telah beralih statusnya dari penyelidikan (lidik) ke penyidikan (sidik). Menurut KUHAP, kalau sebuah pengusutan kasus naik penyidikan, maka sudah ada bukti bermulaan yang cukup terkait peristiwa tindak pidana untuk menentukan tersangkanya,” jelas Pengacara muda ini.

Saat ditanyakan soal peluang terlapor Johaness Bakarbessy dan Julius Bakarbessy ditetapkan sebagai tersangka, pengacara muda asal Tanimbar ini tidak mau berkomentar lebih jauh, namun sebagai pengacara dari pelapor Konny Bakarbessy, selama ini ia menilai bahwa penyidik Polda Maluku telah bekerja dengan baik sehingga selayaknya mendapat apresiasi dari masyarakat pencari keadilan.

“Saat ini kan Penyidik kan sedang bekerja untuk mencari serta mengumpulkan barang bukti untuk membuat terang tindak pidana, jadi nantilah disimpulkan oleh penyidik pada waktunya saja. Kita percayakan penyidik bekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Marten menyebut, kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dan penggelapan asal usul keturunan moyang Raja Piter Bakarbessy ini mulai terungkap dengan adanya silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy Tahun 2006 yang mana dalam silsilah tersebut, menyebutkan Raja Piter Bakarbessy hanya mempunyai tiga anak yang bernama Izaac Bakarbessy, Petronela Bakabarbessy dan Johanes Lodwik Bakarbessy, tetapi tidak ada anak yang bernama Ruland Bakarbessy. Padahal faktanya, moyang raja Piter Bakarbessy memiliki empat anak berdasarkan silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy tahun 1972, termasuk anak yang bernama Ruland Bakarbessy. Oleh karena itu, dengan adanya Silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy Tahun 2006 maka kuat dugaan orang yang menyusun dan membuat silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy Tahun 2006 tersebut dengan sengaja menghilangkan nama Ruland Bakarbessy sehingga merugikan kepentingan hukum dari anak cucu dari Ruland Bakarbessy yang sebagian besar ada di Negeri Waai termasuk pelapor juga yang merupakan anak cucu dari Ruland Bakarbessy.
“Silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy Tahun 2006 yang menjadi objek laporan polisi ini disebutkan bahwa Moyang Raja Piter Bakarbessy mempunyai tiga anak, yakni, Petronela Bakarbessy, Johanes Lodwik Bakarbessy dan Izak Bakarbessy,” sebutnya.
Dia melanjutkan, sementara untuk silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy tahun 1972 menyebutkan,moyang Raja Piter Bakarbessy miliki empat orang, yakni, Ruland Bakarbessy, Petronela Bakarbessy, Johanes Lodwik Bakarbessy dan Izak Bakarbessy.
Kata dia, silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy tahun 1972 menyebutkan,moyang Raja Piter Bakarbessy miliki empat anak ini, pernah digunakan terlapor Yohanes dan Yulius Bakarbessy sebagaimana salinan Putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor : 22 / 1983 / Perd.G / PN. AB tanggal 20 Mei 1983 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Maluku Nomor : 51 / 1984 / Perd / PT MAL tanggal 27 Juni 1984 Jo Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1545 K / Pdt / 1985 tanggal 17 Juli 1986. Sehingga secara hukum terlapor Yohanes dan Yulius Bakarbessy mengetahui dengan benar-benar dan sadar bahwa Moyang Raja Piter Bakarbessy memiliki empat orang anak.
“Pertanyaan hukumnya, mengapa di tahun 2006 ada lagi silsilah moyang Raja Piter Bakarbessy yang hanya memiliki tiga orang anak dengan menghilangkan satu anak yang bernama Ruland Bakarbessy? Inilah yang menjadi fokus laporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan penggelapan asal usul keturunan moyang raja Piter Bakarbessy yang diduga kuat dilakukan oleh terlapor Johaness Bakarbessy dan Julius Bakarbessy,”imbuhnya.
Dia mengaku, kasus ini menyita perhatian besar masyarakat negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, karena keturunan dari Ruland Bakarbessy merupakan keturunan yang sangat banyak yang mendiami hampir seluruh negeri Waai, sehingga korban dari dugaan perbuatan pidana kasus ini,sebenarnya bukan hanya pelapor saja, tetapi seluruh anak cucu dari Ruland Bakarbessy sebagai anak dari moyang raja Piter Bakarbessy. Korban berkaitan dengan kerugian materil maupun kerugiaan imateril. Kerugian materiil berdampak pada anak cucu Ruland Bakarbessy tidak dapat menikmati warisan dusun dati dari Moyang Raja Piter Bakarbessy, termasuk dati Waiselaka. Sementara itu kerugian imateril berupa nama baik dari Ruland Bakarbessy dan anak cucu yang dianggap bukan merupakan keturunan moyang raja Piter Bakarbessy oleh karena itu kehilangan hak adat sebagai turunan yang dapat memerintah Negeri Waai berdasarkan hukum adat.

“Untuk itu saya berharap, semoga secepatnya penyidik Polda Maluku melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka dalam kasus ini, karena memang kasus ini menyita perhatian publik terutama anak cucu dari pihak pelapor yang mendiami negeri tersebut,”tandasnya.(SAD)

Comment