by

Bula Susah Minyak Tanah

Ambon, BKA- Masyarakat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), saat ini tengah mengalami kesusahan untuk mendapatkan minyak tanah.

Miris memang, karena Kota Bula merupakan salah satu daerah penghasil minyak di Provinsi Maluku. Sehingga kelangkaan minyak tanah tersebut telah meresahkan masyarakat.

Kepala Dinas Koperindag SBT, Adam Rumbalifar, mengungkapkan, kelangkaan minyak tanah di Kota Bula itu sudah terjadi sejak awal tahun 2021.

Salah satu penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Bula, terang Rumbalifar, karena pengecer hanya sebagai tempat persinggahan minyak tanah saja. Yang menjual itu adalah papalele.

“Persoalannya adalah belakang ini ditemukan, teryata pengecer hanya sebagai tempat persinggahan minyak tanah saja. Tetapi yang menjual minyak tanah itu ada pada pihak ketiganya atau disebut papalele,” tutur Rumbalifar, Selasa (5/1).

Ditangan pihak ketiga, lanjut Rumbalifar, harga minyak tanah dijual per liter Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Padahal dipengecer, hanya Rp 25 per liter.

Untuk itu, Diskoperindag SBT akan menggelar sidak di tempat pengecer pada hari ini, Rabu (6/1). “Insya Allah, Rabu (6/1), tim Diskoperindag akan melaksanakan sidak di tempat pengecer, untuk memastikan persoalan hingga tuntas. Kalau semakin lama dibiarkan, masyarakat akan semakin resah dengan kondisi seperti ini,” katanya.

Memang, lanjutnya, kuota minyak tanah yang diberikan PT Pertamina kepada PT Permata Hitam sebagai agen minyak tanah di Kota Bula, tidak mencukupi. Hanya 5000 liter per hari.

“Sesuai hasil koordinasi kami dengan PT. Pertamina dan PT. Permata Hitam, setiap hari itu didistribusikan 5000 liter. Kalau ditotalkan, 5000 liter minyak tanah, tidak mencukupi kebutuhan masyarakat di Kota Bula,” terang Rumbalifar.

Untuk itu, pihaknya telah membangun komunikasi dengan Anggota DPRD SBT, untuk berkordinasi dengan DPRD Provinsi Maluku, agar sama-sama memperjuangkan kuota minyak tanah di SBT bisa di perbanyak.

Menanggapi itu, Ketua Komisi B DPRD SBT, Ismail Rumbalifar, yang ditemui Beritakota Ambon, mengatakan, sesuai penjelasan PT. Pertamina dan hasil komunikasi dengan PT. Permata Hitam, tiap hari pendistribusian minyak tanah di Kota Bula sebanyak 5000 liter. Dan itu sampai di pengecer.

Untuk itu, Komisi B DPRD SBT akan bersama Diskoperindag SBT akan melakukan sidak di pengecer, untuk mengetahui secara jelas penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Bula. Karena dirinya khawatir, ada penimbunan minyak tanah.

“Besok kami akan melakukan kunjungan dengan Diskoperindag SBT untuk memastikan di setiap pengecer. Setelah itu. Kami akan menyurati pihak terkait untuk membahas persoalan ini di DPRD,” pungkasnya.(BKA-2)

Comment