by

Bupati Buru Launching One Stop Service, Cegah Kejahatan Perempuan dan Anak

beritakotaambon.com – Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, melaunching One Stop Service penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buru, Selasa (24/8).

Launching program One Stop Service itu dilakukan atas kerjasama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Buru dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, yang didukung oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Buru, Polres Pulau Buru dan Pengadilan Negari Buru.

Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, mengapresiasi gagasan Kajari Buru, Muhtadi, beserta seluruh komponen yang bersinergi dalam rangka mewujudkan dan memperkuat berbagai prestasi yang pernah diraih Kabupaten Buru, diantaranya, Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019 dan 2021 dan beberapa penghargaan lain yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI.

Baca juga:
Warga Waeura Antusias Sambut Pelayanan Keliling Disdukcapil

“Program ini sebagai bukti kesungguhan dan keseriusan kita. Ini juga merupakan program belum pernah diadakan oleh semua Pemda di Maluku. Mudah-mudahan ini dilaporkan, sehingga merupakan prestasi kita dalam menjemput program yang begini baik, yakni, one stop service. Semoga program ini bisa menjadi perhatian serius, untuk menekan angka kejahatan terhadap kaum perempuan dan anak,” kata Ramly.

Menurut Bupati Buru dua periode itu, 2012 lalu, marak terjadi kejahatan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Buru. Ini merupakan dampak dari kawasan tambang emas Gunung Botak, karena banyak orang luar yang masuk ke Kabupaten Buru dengan berbagai pola pikir, karakter, niat dan latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Baca juga: DPRD Buton Selatan Belajar Kelola Ikan di Ambon

“Sehingga memicu kejahatan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi waktu itu (tahun 2012), saya ingat persis. Lalu kami merespon dengan membentuk tim P2TP2A. Kemudian kita ikutkan lagi dengan peraturan daerah (Perda). Lalu atas dukungan Polres, tim P2TP2A nempel di Polres Pulau Buru dan banyak kasus yang ditangani. Dan alhamdulilah syukur, kasusnya dapat dieliminasi. Tetapi kasus-kasus ini bersifat fluktuatif, karena ada waktu-waktu tertentu jumlahnya meningkat, dan ada waktu-waktu tertentu dapat ditekan. Ketika kita melaksanakan peraturan daerah tentang Gelora, kasus kejahatan terhadap anak menurun,” pungkasnya.

Hadir dalam acara launching tersebut, diantaranya,Sekertaris Daerah (Sekda) Pemkab Buru Moh Ilias Hamid, Kajari Buru Muhtadi, Wakapolres Pulau Buru Kompol Janny Parinussa, yang mewakili Dandim 1506/Namlea Letkol Arh Agus Guwandi, Ketua Pengadilan Agama Namlea Syarifah Saimima, Kepala Pengadilan Negeri Buru H. Yogi Rachmawan, para anggota DPRD Kabupaten Buru dan para pimpinan OPD Pemkab Buru serta tamu undangan. (MSR)

Comment