by

Bupati Launching Pelayaran Perdana KMP Satya Kencana II

Ambon, BKA- Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga, melaunching jalur pelayaran perdana KMP Satya Kencana II, di Dermaga Kecamatan Aru Utara, Marlasi, Selasa (2/3).

Launching KMP Satya Kencana II yang akan melayari rute Dobo-Marlasi-Koijabi, juga dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey, Ketua DPRD Udin Berlsigaway, Dandim 1503 Tual Letkol Inf Maryo Christian Noya, Kapolres Kepulauan Aru AKBP Sugeng Kundarwanto, pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.


Pada kesemapatan tersebut, Gonga mengatakan, dengan adanya KMP Satya Kencana II yang akan melayari rute Dobo-Marlasi-Koijabi, maka telah menjawab semua keterisolasian pelayaran di Kabupaten Kepulauan Aru.

“Bukan saja menjawab keterisolasian pelayaran, akan tetapi pertumbuhan ekonomi pun akan terjawab,” ujarnya.

Untuk itu dia menghimbau masyarakat yang mendiami Kecamatan Aru Utara, Marlasi, agar menjaga dan merawat KMP Satya Kencana II dalam pengoperasiannya, sehingga nahkoda dan crew tidak mengalami kendala dalam melayani pelayaran dari Dobo-Marlasi.

“Ini penting, saya mengimbau kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Aru Utara, agar mau menjaga dan merawat pelayaran ini,” himbau Bupati.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan masyarakat yang akan menggunakan jasa pelayaran KMP Satya Kencana II, agar dalam berlayar harus mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes). Karena Kepulauan Aru sudah masuk zona merah Covid-19.

“Saya ingatkan ya, bagi masyarakat pengguna jasa pelayaran ini, agar dalam berlayar mematuhi Prokes. Kalau ada yang tidak patuh, maka diturunkan dari kapal. Karena daerah kita ini sekarang sudah berada di zona merah Covid-19,” ingatnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Kepulauan Aru, Edwin Pattinasarany, dalam laporannya mengatakan, dasar pengoperasian lintas penyeberangan Dobo-Marlasi, yakni, Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.4978/AJ.204/DRJD/2020 tertanggal 26 Oktober 2020, Tentang Penetapan Lintasan Penyeberangan Perintis Tahun 2021.

Menurutnya, yang menjadi latar belakang penetapan lintas penyeberangan Dobo-Marlasi-Koijabi, yakni, dalam rangka membangun konektivitas antar wilayah di Kabupaten Kepulauan Aru.

“Sejak tahun 2017, melalui Dinas Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan program pelayanan jasa angkutan laut reguler dan dapat melayani 54 (lima puluh empat) titik singgah,” ungkapnya.


Pattinasarany juga menambahkan, selama ini di Aru, data penumpang pelayanan tersebut terus mengalami peningkatan. Pada 2019 terjadi peningkatan pelayanan penumpang sebesar 38,04 persen. Peningkatan penumpang ini mendorong pihaknya untuk menambah armada penyeberangan di Kepulauan Aru.

“Jadi, data menunjukkan bahwa dari total jumlah penumpang 23.079 orang maupun barang pada tahun 2019, didominasi oleh penumpang pada wilayah Aru Selatan, dengan jumlah penumpang 12.621 orang atau 55 persen. Kemudian Wilayah Aru Tengah dengan 7.810 orang atau 34 persen. Sisanya 2.648 orang atau 11 persen pada wilayah Aru Utara. Nah ini yang memotivasi kami untuk menambah armada pelayaran. Dan puji Tuhan terjawab pada hari ini,” jelas Pattinasarany.

Sebelumnya, ungkap Pattinasarany, pelayanan angkutan penyeberangan di Kabupaten Kepulauan Aru hanya dilayani satu armada kapal, yakni, KMP Lobster untuk melayani empat lintasan.

Sementara itu, Nahkoda KMP Satya Kencana II, Tri Rahman Saleh, mengatakan, siap bersama seluruh crew untuk melayani pelayaran, demi menjawab konektivitas pelayaran pada wilayah-wilyar terluar di Kepulauan Aru.

“Pada pronsipnya, saya dan Crew saya siap memberika pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.(WAL)

Comment