by

Bupati MBD Hadiri Pembukaan Persidangan Ke-42 Klasis PP Kisar

Mengawali agenda kunjungan kerja di Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benjamin Thomas Noach, menghadiri pembukaan Persidangan Ke- 42 GPM Klasis PP Kisar, yang dilaksanakan di Negeri Horna Werna Ruskoly Yaluresi, Jemaat GPM Solafide Desa Oirata, Minggu (30/5).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten MBD, Pimpinan OPD Lingkup Pemda Kabupaten MBD, Camat PP Terselatan, Camat Kisar Utara, Forkopimcam PP Terselatan dan Kisar Utara, Pimpinan Instansi vertikal, Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Ketua Klasis bersama Majelis Pekerja Klasis PP Kisar, Ketua Majelis Jemaat GPM se-Klasis PP Kisar, Pengurus Daerah AMGPM PP Kisar, para peserta persidangan dan masyarakat Desa Oirata, serta undangan lainnya.


Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) MBD mengapresiasi pelaksanaan persidangan tersebut sebagai bagian untuk membangun kebersamaan, partisipasi, serta pergumulan program kerja gereja, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi umat dan alam ciptaan Tuhan.

Menurutnya, pemerintah dan gereja mempunyai tujuan yang sama, yakni, bagaimana membentuk masyarakat dan umat yang berkualitas kehidupan spiritualnya, serta maju dan sejahtera kehidupan sosial ekonomi.

“Pemerintah daerah berharap, bahwa melalui persidangan ini, para peserta persidangan akan merancang program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan umat,” ucap Noach.

Untuk itu, katanya, pemerintah sangat membutuhkan kerjasama dengan lembaga-lembaga untuk mendukung setiap program kerja yang dilakukan, dalam rangka kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Dibawah sorotan tema “ Beritakan lah Tahun Rahmat Tuhan Sudah Datang dan Kerjakanlah Keselamatanmu”, hendaknya menjadi komitmen pelayanan bagi semua peserta persidangan, yang dituangkan lewat keputusan dan progran kerja yang akan dilaksanakan ditengah-tengah konteks kehidupan yang semakin maju, semakin berubah dan penuh tantangan,” harapnya.

Selain itu, Noach juga mengemukakan beberapa permasalahan penting. Diantaranya, masalah status sekolah-sekolah Yayasan J.B Sitanala.

Terkait hal itu, Pemkab MBD telah berupaya untuk penegerian sekolah di bawah Yayasan J.B Sitanala. Tentunya setelah melalui koordinasi dengan Sinode GPM.

Ada juga masalah listrik dan BBM, katanya, yang hingga saat ini masih menjadi pergumulan masyarakat yang ada di Pulau Kisar.


Terkait berbagai masalah tersebut, Noach berharap, dukungan dari gereja maupun jemaat, dalam tanggung jawab untuk membangun daerah tercinta itu. Sehingga Pemkab MBD akan senantiasa membuka diri untuk menerima saran dan kritik yang bersifat konstrukstif dari semua pihak yang peduli, untuk mengusahakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten itu.

“Kami berharap, gereja tetap ada dalam posisi sebagai mitra strategis, sinergi dan juga mitra kritis bagi pemerintah daerah. Sehingga pemerintah daerah juga akan tetap mendukung program-program kerja gereja, agar tugas pelayanan pemerintah dan gereja bagi masyarakat dan umat, dapat berjalan beriringan untuk mencapai kesejateraan bersama ditengah-tengah dunia,” pungkas Noach. (GEM)

Comment