by

Bupati SBB Meninggal Akibat Covid-19

AMBON-BKA, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), M. Yasin Payapo, meninggal dunia di kediamannya, kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (1/8).

Sebelum meninggal, almarhum sempat menjalani perawatan di RSUP Dr. Johannes Leimena, Kota Ambon, 31 Juli, sekitar pukul 18.00 WIT.

Direktur Utama RSUP Dr. Johannes Leimena, dr. Celestinus Eigya Munthe, mengungkapkan, berdasarkan hasil rapid antigen yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap almarhum saat itu, Bupati SBB tersebut positif Covid-19.

“Untuk memutus mata rantai Covid, maka kita pihak rumah sakit lakukan tes rapid antigen. Dan hasilnya positif,” ungkap dr. Celestinus, kepada wartawan, Minggu (1/8).

Kemudian, pihak rumah sakit meminta almarhum untuk tetap dirawat. Tapi almarhum meminta untuk dipulangkan di rumahnya, untuk menjalani isolasi mandiri.

Dari hasil tes rapid antigen positif almarhum, belum sempat dilakukan pengambilan sampel untuk tes polymerase chain reaction (PCR). “Rencananya hari ini (kemarin) baru dilakukan tes PCR. Tapi almarhum sudah pulang, dan kita dengar kabar almarhum sudah meninggal di rumahnya,” jelas dr. Celestinus.

Dia menambahkan, almarhum mempunyai riwayat penyakit darah tinggi, diabetes melitus, kolesterol dan asam urat tidak terkontrol.

“Pasien YP saat datang ke IGD sudah terpasang infus. Diantar oleh kedua anaknya. Pasien langsung diperiksa dan diambil sampel darah, untuk rapid test antigen. Dan
setelah 10 menit, hasilnya positif (surat hasil positif dari laboratorium),” katanya.

Baca: Gubernur : Pimpinan OPD Wajib Ciptakan Inovasi

Selain itu, saat tiba di rumah sakit, saturasi oksigen 89 persen tanpa oksigen tambahan, kemudian dokter jaga IGD memberikan tambahan oksigen 15 ipm dengan sungkup, sehingga saturasi 92-96 persen.

“Dilakukan pemeriksaan darah lengkap. Dan setelah hasil pemeriksaan penunjang keluar, dokter IGD langsung melaporkan ke dokter penanggungjawab pasien (DPJP),
dr. Vebiyanti Tentua. Dilakukan pemberian edukasi dan informasi general consent, karena pasien positif Covid-19, dan diberikan obat-obatan sesuai protokol Covid-19,” tambahnya.

Lanjut dr. Celestinus, almarhum kemudian masuk ke rawat inap pukul 22.30 WIT (lantai 6 perawatan pasien Covid). Namun kemudian almarhum minta dipulangkan ke rumah pada 1 Agustus, pukul 06.35 WIT.

“Pasien keluar RSUP Dr.J. Leimena sekitar jam 08.30 WIT, bersama anaknya dan beberapa pendamping pak YP, dengan kendaraan pribadi,” tutupnya.(MG-2)

Comment