by

Bupati SBT Fokus Atasi Banjir Bula

beritakotaambon.com,- Setelah dikritik sejumlah pihak, Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas, mulai fokus terhadap penanganan banjir yang melanda kawasan permukiman warga di Bula, Ibukota Kabupaten SBT pada Minggu (2/1) lalu.

Data yang diterima media ini, tiga hari setelah banjir, Bupati langsung menemui Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, untuk meminta bantuan penanganan demi mengatasi masalah banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Dari hasil pertemuan itu, Kabupaten SBT berhasil mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat (Pempus) senilai Rp 60 miliar.

Meski baru dikucurkan di tahun 2023 mendatang, uang tersebut nantinya digunakan mengatasi banjir. Hal ini tak lepas dari kerja keras Bupati dua periode itu, yang dibantu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBT, Umar Bilahmar.

Kamis, (13/01), pihak BWS Maluku, mendatangi Kota Bula, untuk meninjau titik-titik banjir. Kehadiran mereka didampingi Bupati Abdul Mukti Keliobas untuk bersama-sama meninjau lokasi banjir. Mulai dari kawasan Air Kabur-kabur, jembatan Wailola Kecil, Jalan Waigondar hingga wilayah Jalan Pantai Tikus, Desa Bula, Kecamatan Bula.

Di sejumlah lokasi itu, Bupati langsung mendengar penjelasan dari konsultan yang dibawakan langsung dari BWS Maluku.

“Kondisi banjir di Kota Bula ini hampir setiap musim hujan, langkah yang dilakukan Pemerintah Daerah adalah melakukan koordinasi dengan pihak BWS Maluku. Insya Allah, 2023 nanti sudah bisa teratasi. Ini Draf Sait Sigtif (DSS) sudah dilakukan,” tandas bupati, saat diwawancarai wartawan, usai peninjauan lokasi banjir.

Politisi Golkar ini juga berterima kasih atas kunjungan BWS Maluku ke SBT, apalagi dengan menghadirkan konsultan untuk membantu melihat sejauh mana penanganan sementara yang akan dilakukan. Guna mengatasi banjir di kota penghasil minyak mentah terbesar di Maluku itu.

“Kehadiran BWS Maluku ini untuk melihat sejauh mana upaya penanganan kita untuk menangani sedikit masalah banjir yang ada di Bula. Dengan cara, nanti kita menggunakan bronjong dan geobag untuk penanganan sementara terhadap banjir,” tutup bupati,” (SOF)

Comment