by

Bupati SBT Sampaikan NP KUA-PPAS

beritakotaambon.com – Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdul Mukti Keliobas menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) Tahun Anggaran 2021, pada rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD SBT, Rabu (22/9).

Keliobas mengatakan, hal ini berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 77 tahun 2020 tentang, Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Sebagai tindaklanjut dari perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), maka disusunlah perubahan KUA dan PPAS.

“Dalam merumuskan perubahan KUAPPAS, yang menjadi dasar Pertama, perubahan kerangka ekonomi dan keuangan daerah akibat dari perubahan kebijakan nasional, keadaan darurat luar biasa dan amanat serta ketentuan perundang-undangan yang lebih tinggi,” tandasnya.

Baca juga: Gonga Apresiasi Kunker Duta Parenting di Aru

Kedua, sambungnya, perubahan target sasaran pembangunan daerah. Ketiga, perubahan prioritas pembangunan daerah. Keempat, penambahan dan atau pengurangan program kegiatan dan sub kegiatan perangkat daerah dan kelima, perubahan target kinerja pemerintah daerah.

Ia berharap, pada KUA tersebut, selain menjawab komponen sesuai kebijakan Pemerintah Pusat, perubahan KUA juga dapat menjawab dinamika kebutuhan dan permasalahan yang cukup kompleks. Yang menjadi bagian dari aspirasi masyarakat, dalam rangka menjaga perekonomian di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Tentunya semua ini kita lakukan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, pimpinan sidang Agil Rumakat, telah mengingatkan Bupati Abdul Mukti Keliobas. Bahwa dalam kebijakan pengalokasian anggaran belanja, Pemkab harus memperhatikan azaz kepatutan dan proporsionalitas. Dan lebih penting mempertimbangkan skala prioritas, indikator capaian kinerja, serta prestasi kerja dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah.

Baca juga:
Ambon New Port dan LIN Terancam Gagal

“Sehingga alokasi anggaran tersebut mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam sisa tahun anggaran 2021 ini,” ucap Agil. (SOF)

Comment