by

Buronan Kasus Reboisasi Dibekuk Tim Tabur

Ambon, BKA- Satu lagi buronan kasus korupsi di wilayah hukum Provinsi Maluku berhasil dibekuk Tim Tabur (Tangkap Buron) Kejati Maluku, yang bekerja sama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung.

Muhammad Tuasamu yang merupakan mantan Kadis Kehutanan Kabupaten Buru Selatan, dibekuk di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (7/1).

Muhammad Tuasamu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran dana reboisasi dan pengkayaan tahun 2010, pada Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengungkapkan, hari ini, Jumat (8/1), terpidana Muhammad Tuasamu akan digiring ke Kota Ambon untuk menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Ambon,
sekitar pukul 15.00 WIT.

“Besok siang (hari ini, red-), sekitar pukul 15.00 WIT, terpidana akan tiba di Ambon, untuk selanjutnya di eksekusi ke Lapas Kelas II A Ambon,” ungkap Sapulette, kepada wartawan melalui selulernya, Kamis (7/1).

Sesuai teknis, kata Sapulette, terpidana berusia 61 tahun kelahiran Tulehu, Maluku Tengah ini, setelah tiba di Ambon terlebih dahulu akan digiring ke Kantor Kejati Maluku untuk melakukan tes kesehatan menggunakan protap Covid-19. Setelah itu, baru dieksekusi ke Lapas untuk menjalani masa tahanan.

Menurut Sapulette, penangkapan terhadap terpidana tersebut dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2480 K / PID.SUS / 2017 Tanggal 10 Januari 2018, dalam perkara penyalahgunaan dana reboisasi dan pengkayaan tahun 2010 pada Dinas Kehutanan Buru Selatan, yang dilakukan terpidana Muhammad Tuasamu selaku Kadis Kehutanan Kabupaten Buru Selatan bersama-sama dengan Janwar Risky Polanunu selaku pelaksana teknis kegiatan, Syarif Tuharea selaku bendahara pengeluaran, dan Thabat Thalib M alias Oyang selaku kuasa Direktur CV Agoeng, dengan kerugian negara sebesar Rp 2,1 miliar.

“Berdasarkan putusan Mahkamah Agung tersebut, terpidana dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan,” jelas Sapulette.

Jaksa dengan dua bunga melati dipundak itu mengatakan, terpidana sudah melarikan diri sejak tahun 2018 lalu. Dan saat ini sedang di titip di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

“Melalui program Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi DPO,”pungkasnya.

Untuk diketahui, tiga rekan terpidana yang terlibat dikasus korupsi yang sama, yakni, Janwar Risky Polanunu, Syarif Tuharea, dan Thabat Thalib M alias Oyang, sudah terlebih dahulu dieksekusi untuk melaksanakan masa hukuman.(SAD).

Comment