by

Buru Dijatah Tambak Udang dan Tuna

beritakotaambon.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Manives) menggenjot pengembangan perikanan budidaya di Maluku, untuk mendukung program Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Ada tiga wilayah yang menjadi prioritas pengembangan program LIN, yakni, Kabupaten Buru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, mengungkapkan, dari tiga kabupaten yang masuk dalam wilayah program LIN, Kabupaten Buru difungsikan untuk tambak udang dan ikan tuna.

Menurut Bupati Buru dua periode itu, Kabupaten Buru mempunyai potensi budidaya tambak udang pada hamparan hutan bakau di Teluk Kaiely hingga Teluk Namlea, mulai dari hutan bakau di dekat pelabuhan Laut Namlea mengarah ke Pantai Batu Boy, Saliong, Siahoni, Jamilu, Sanleko, hingga dekat Desa Kaiely, seluas 1000 hektar. Sudah ada tim yang menyurvey potensi tambak udang pada hutan bakau tersebut.

“Luasan arealnya itu sudah ditinjau sementara oleh Dinas Perikanan Provinsi Maluku, kurang lebih 1000 hektar yang akan ditempatkan di Kaiely dan di Namlea. Sementara di Namlea itu sepanjang pesisir di dermaga. Mudah-mudahan LIN ini tidak ada kendala dan dapat berjalan,” ucap Ramly.

Baca juga: Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan Lewat Rumput Laut

Sementara terkait hasil tangkapan nelayan di pesisir Kabupaten Buru, katanya, akan dibeli dengan harga yang memadai. Selain itu, nelayan juga akan dibina dan dibuatkan kelompok nelayan.

“Iya (akan dibeli hasil tangkap nelayan), mereka (Nelayan) semua akan dibina, dikasih kualitas, dan kemudian didorong agar mempunyai kelompok nelayan. Lalu ada yang menerima hasilnya mereka. Sementara ikan tuna itu kan berada di laut lepas antara Buru, Seram, Manipa dan Sula,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di Kabupaten Buru, Ketua DPD Partai Golkar Maluku itu mengatakan, setiap kabupaten yang masuk dalam program LIN akan dibangun infrastruktur.

“Jadi masing-masing wilayah itu akan dibangun semacam klostor dan newport, pelabuhan-pelabuhan check point. Pelabuhan check point kan pelabuhan pendaratan ikan atau pelabuhan new portnya itu. Sedangkan pelabuhan induknya itu akan dibangun antara Wai dan Liang, tapi masih dalam analisa kelayakan lokasi, apakah lokasi itu tidak berbahaya ke depan karena ada faktor lain atau tidak,” tuturnya.

“Nelayan Buru ini termasuk ada beberapa yang telah memiliki sertifikat nelayan internasional dengan kemampuannya, jadi itu tidak diragukan lagi. Tinggal bagaimana ada pembinaan dan fasilitas,” sambungnya.

Baca juga:
Gus Ami Janji Perjuangkan UU Kepulauan

Untuk itu, Ramly berharap dan mengajak masyarakat Kabupaten Buru untuk mendukung program LIN masuk Maluku, agar dapat menekan angka pengangguran di daerah penghasil minyak kayu putih itu.

“Mari kita sambut ini, karena ini program yang sangat baik. Mendukung ini akan menambah penghasilan daerah dan juga mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (MSR)

Comment