by

Buru Launching Vaksinasi Covid-19 Perdana

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru, resmi melaunching program Vaksinasi Covid-19 perdana di Kabupaten Buru, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Sabtu (30/1). Pelaksanaan penyuntikan vaksin tersebut, tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Bupati Buru, Ramly Umasugi, direncanakan menjadi orang pertama yang mendapatkan penyuntikan vaksin Covid-19. Namun karena urusan dinas ke luar daerah dan tidak bisa diwakili, Bupati dua periode ini tidak dapat mengikuti penyuntikan vaksin perdana tersebut.

Sementara dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru, yang mendapat suntikan vaksin pertama saat launching adalah Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Guwandi. Yang kemudian diikuti Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febry Kusumawiatmaja, Kepala pengadilan Negeri Buru, H. Yogi Rachmawan, Direktur RSUD Namlea, Helmi Koharjaya, Perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Wirnasih, dan Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Briliant Wisnu Respati serta perwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Hamid.

Selain melaksanakan penyuntikan dosis pertama ini, sesuai aturan medis, penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan sebanyak dua kali per orang, dengan jangka waktu 14 hari. Dan nantinya akan dilaksanakan vaksinasi pada dosis ke dua, untuk orang yang sama.

Dari 11 perwakilan Forkopimda Buru yang diharuskan hadir, saat launching vaksinasi Covid-19 perdana, ada 4 orang yang tidak memenuhi syarat divaksin. Lantaran kondisi kesehatan mereka ada dalam 14 pantangan orang yang tidak boleh divaksin.

Diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Moh. Ilyas Hamid, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Adhitya Trisanto, perwakilan dari Dinas Kesehatan, dr. Muhammad Ramdhani Drachman, dan Praktisi Hukum Kabupaten Buru, M. Taib Warhangan. Sementara Ketua DPRD Buru, Muhamad Rum Soplestuny, tidak hadir dalam acara tersebut yang sebelumnya dijawalkan akan disuntik vaksin.

Launching vaksinasi Covid-19 tersebut, dibuka oleh Sekda Buru, M. Ilyas Hamid, mewakili Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi. Sebelum membacakan sambutan tersebut, Sekda menyampaikan salam dan permohonan maaf orang nomor satu di Pemkab Buru terlebih dahulu, karena tidak bisa hadir bersama Forkopimda, lantaran ada tugas dinas ke luar daerah yuang tidak bisa diwakili.

“Selaku pimpinan di jajaran Pemerintah Kabupaten Buru, saya menilai positif pencanangan vaksinasi Covid-19 sebagai komitmen dan keseriusan pemerintah daerah dalam percepatan penanganan covid-19 di Kabupaten Buru. Sebagaimana kita fahami bersama bahwa imunisasi adalah upaya pembentukan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat seseorang terkena penyakit yang sama, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan,” ungkap Bupati, lewat sambutannya.

Kata dia, vaksin terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan imunitas dan melindungi masyarakat dari serangan wabah. Vaksin Covid-19 adalah produk biologi yang berisi antigen yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap Covid-19. Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia tidak bisa ditawar lagi, karena kasus positif dan kematian terus meningkat.

Dijelaskan, pemerintah harus bekerja keras dan menyiapkan dana triliunan rupiah untuk mengatasi wabah ini. Ujian wabah ini mungkin akan terus berlanjut dan bahkan bisa bertambah berat. Oleh karena itu, para ahli terus berupaya menyiapkan vaksin yang efektif. Dan tidak tangung-tanggung ada lebih dari 250 jenis vaksin dalam proses pengujian, walaupun baru beberapa yang sudah mengantongi izin edar.

“Vaksin Sinovac yang kita gunakan saat ini sudah dinyatakan aman dan halal. Efikasi vaksin Sinovac telah melampaui standar minimal yang ditetapkan, sebesar 50 persen. Penetapan standar ini dilakukan baik oleh WHO, Food and Drugs Association (FDA) di Amerika Serikat, maupun European Medicine Agency (EMA) di wilayah Eropa,” ungkapnya.

Dirinya kembali mengajak seluruh warga Kabupaten Buru, agar tidak ragu untuk divaksinasi. Sebab, hal tersebut merupakan ikhtiar dalam memutus mata rantai Covid-19. Sehingga masyarakat tidak perlu risau dan termakan isu negative yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Karena semua telah melalui proses uji klinis, dan sudah ada sertifikat halal dari MUI.

“Ayo kita dukung upaya ikhtiar vaksinasi ini agar Kesehatan pulih kembali dan ekonomi bangkit kembali. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kita semua yang telah melakukan upaya pencegahan, penanggulangan serta percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Buru sehingga kasus aktif dan angka kematian akibat Covid-19 dapat ditekan, semoga hal ini menjadi amal ibadah kita disisi Allah SWT,” tutupnya.
Sekedar tahu, Bupati Buru dan Ketua DPRD Buru, M Rum Soplestuny akan divaksin bersama, dan dijadwalkan pada Kamis (5/02) pekan ini. (MSR)

Comment