by

Buru Masuk PPKM Level 2

beritakotaambon.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru masih masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, guna mencegah penyebaran Covid-19.

PPKM Level 2 ini berdasarkan Instruksi Bupati Buru, Nomor: 05 tahun 2021 tentang penerapan PPKM Level 2 dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa, untuk pengendalian penyebaran Virus Corona di wilayah Kabupaten Buru. Instruksi tersebut ditandatangani Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, 10 Agustus 2021 lalu.

Ramly mengatakan, pemberlakuan PPKM Level 2 di Kabupaten Buru sebagai tinindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor: 31 tahun 2021, tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan, untuk pengendalian penyebaran virus corona.

Baca juga: Ramly Janji Tuntaskan Pembangunan Graha HMI

“Alhamdulilah syukur, di Maluku ini sesuai dengan Permendagri yang masuk dalam PPKM level 2, yakni, Kabupaten Buru, Buru Selatan dan Seram Bagian Barat. Sementara di daerah lain, masih level 3. Kalau Pulau Jawa dan Bali, masih level 4,” kata Ramly, saat pelantikan jabatan administrator, kepala UPTD satuan Pendidikan SD dan SMP, di lingkup Pemkab Buru tahun 2021, di aula Kantor Bupati Buru, Senin (23/8).

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Buru itu meminta para kepala sekolah yang baru dilantik, agar ikut memberikan edukasi yang baik dan benar kepada seluruh masyarakat, terkait pandemi Covid-19.

“Dengan Kabupaten Buru masuk PPKM Level 2 ini, sehingga anak sekolah sudah bisa belajar tatap muka langsung, dalam satu Minggu tiga kali. Harapan Pemerintah Pusat agar kita mampu mengatasi virus Covid-19, paling tidak ada himbauan-himbauan dan penekanan-penekanan untuk selalu mengikuti Prokes,” ujarnya.

Bupati Buru dua periode itu menjelaskan, dengan kondisi proses belajar mengajar secara online tersebut punya tantangan tersendiri bagi siswa-siswi, dalam memahami mata pelajaran yang diberikan oleh para guru.

Baca juga: Enam Camat dan 28 Kepala Sekolah Dilantik

“Tantangan kita saat ini, bagaimana anak-anak kita tidak bersekolah, tetapi dia secara Daring atau sekolah online. Ada plus minus. Namun, kalau ini salah dikelola, maka kemapuan menyerap kurikulum yang ada dan mata pelajaran yang ada di lingkungan pendidikan sangat kecil, mungkin tidak mencapai 50 sampai 60 persen, karena masih keterbatasan fasilitas dan sebagainya,” pungkasnya. (MSR)

Comment