by

Buru Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Ambon, BKA- Walaupun dengan anggaran yang terbatas setiap tahun, namun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Buru tetap bisa bersaing untuk mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Bahkan pada 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat pratama, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Republik Indonesia.

Prestasi ini patut disyukuri oleh seluruh elemen masyarakat di kabupaten bertajuk Bumi Bupolo itu.


Kepala DP3A Buru, Oclaila Sulaiman, mengungkapkan, pengelolaan angaran pada dinas yang dipimpinnya sangat kecil. Walau begitu, dapat membawa penghargaan untuk Kabupaten Buru.

Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, sudah pasti anggaran yang dikelola DP3A Buru sangat kecil karena kebijakan refocusing anggaran. “Tapi Alhamdulillah, dalam penanganan kasus, rata-rata tim work di Dinas Pemberdayaan Perempuan ini menjadi relawan. Jadi berapa pun jumlah kasus yang dilaporkan, dengan anggaran amat terbatas tetap bisa dilaksanakan,” kata Oclaila, kepada koran ini diruang kerjanya, Selasa (24/11).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, DP3A Kabupaten Buru memiliki tiga bidang. Bidang Kesetaraan Gender, Bidang Pemenuhan Hak Anak, serta Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Untuk Bidang Kesetaraan Gender, sebenarnya akan akan menggelar pameran hasil karya perempuan, yang akan melibatkan perempuan-perempuan yang berkarya di masing-masing kecamatan.

“Sayangnya refocusing, akhirnya dibuat pameran skala kecil di aula BKD, yang hanya mendatangkan pemateri-pemateri lokal. Awalnya dari kementerian, akhirnya jadi lokal. Yang awalnya seluruh kecamatan, jadi terbatas untuk Kecamatan Namlea saja. Jadi memang gaungnya kurang kelihatan,” ujarnya.

Sementara untuk Bidang Pemenuhan Hak Anak, ungkapnya, telah berkontribusi dalam memberikan penghargaan untuk Kabupaten Buru sebagai Kabupaten Layak Anak. “Alhamdulillah dua tahun berturut-turut, tahun 2018, 2019, dari bidang yang sama, kami sudah mendapatkan dua penghargaan, penghargaan kabupaten layak anak tingkat pertama,” ungkapnya.

Oclaila menjelaskan, perjuangan mendapatkan penghargaan tersebut tidak mudah. Penilaian pada setiap tahapannya amat sulit. “Alhamdulillah Kabupaten Buru menjadi yang tertinggi di Provinsi Maluku, bahkan nilainya lebih besar dari Kota Ambon. Kota Ambon sekitar 500 lebih waktu itu, sementara kami 675. Kami bahkan mendapatkan tingkat madya. Setelah verifikasi disana, timnya datang kesini untuk verifikasi lapangan dan itu diberitahu mendadak, karena memang verifikasi lapangan tidak boleh ada pemberitahuan khusus,” terangnya.

Sementara Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, telah dibentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Buru.

Untuk itu, dia berharap, berbgai prestasi yang telah dibuat itu dapat dipertahankan. “Harapan selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, penghargaan Kabupaten Layak Anak yang sudah diperoleh, semoga bisa dipertahankan, karena penghargaannya bersifat tahunan,” pungkasnya. (MSR)

Comment