by

Capaian Pembangunan KKT di HUT ke-22

beritakotaambon.com – Di usia ke-22, berbagai capaian pembangunan telah dibuat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) sejak dimekarkan pada 1999 lalu.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, berbagai capaian pembangunan itu dapat juga dilihat perkembangan sejak 2016 lalu.

Misalnya, pembangunan pada bidang pendidikan. Angka harapan lama sekolah tahun 2016 sebesar 11,85 persen dan meningkat 12,29 persen di tahun 2020. Angka rata-rata lama sekolah tahun 2016 sebesar 9,12 persen juga ikut meningkat menjadi 9,68 tahun 2020.

Bidang kebudayaan, cakupan nilai adat budaya yang dilestarikan tahun 2016 sebesar 60 persen dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 85 persen. Presentasi pembinaan kelompok seni budaya 34,30 persen di tahun 2016 meningkat menjadi 60,20 persen pada tahun 2020.

Lanjutnya, Bidang kesehatan. Angka kematian ibu per seratus ribu kelahiran hidup sebesar 0,00002 persen di tahun 2016, turun menjadi 0,00001 di tahun 2020. Angka kematian bayi per seribu kelahiran hidup pada tahun 2016 sebesar 0,06, turun menjadi 0,05 di tahun 2021.

Baca juga:
Tanimbar Tangguh, Tanimbar Tumbuh Jadi Tema HUT KKT

Bidang pekerjaan umum. Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi mantap 37,07 persen pada tahun 2016, meningkat menjadi 56,09 persen di tahun 2020. Cakupan pembangunan jalan dan jembatan sebesar 37,50 persen pada tahun 2016, meningkat menjadi 58,48 persen di tahun 2020.

Terkait dengan cakupan penyediaan dan pengelolaan air baku di tahun 2016 sebesar 27,14 persen, meingkat menjadi 28,57 persen di tahun 2020.

Pada bidang perumahan. Cakupan layanan rumah layak huni yang terjangkau pada MBR sasaran 0 persen pada tahun 2016, meningkat menjadi 54,33 persen di tahun 2020. Sedangkan persentasi lingkungan yang tertata 0 persen tahun 2016, meningkat menjadi 28,57 persen di tahun 2020.

Bidang ketentraman dan ketertiban umum. Tingkat penegakan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah pada tahun 2016 sebesar 49 persen, menjadi 70 persen di tahun 2020. Tingkat tanggap darurat kasus kebakaran berubah dari 50 persen, mejadi 100 persen pada tahun 2020.

Bidang kesatuan bangsa dan politik. Tingkat fasilitas layanan seni budaya, agama, dan kemasyarakatan 6 persen menjadi 60 persen di tahun 2020, dan tingkat penyelesaian konflik sosial masyarakat 33,33 persen menjadi 50,53 persen pada tahun 2020.

Bidang sosial. Tingkat penurunan jumlah PMKS dari 2 persen per tahun, menjadi 5 persen di tahun 2020. Tingkat layanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial dari 50 persen tahun 2016, meningkat 100 persen di tahun 2020.

Bidang pangan. Peningkatan pemenuhan pangan keluarga miskin dari 5 persen menjadi 35 persen di tahun 2020 dan konsumsi energy (kilo kalori/perkapita/hari) di tahun 2016 sebesar 1.826 menjadi 2.011 di tahun 2020.

Bidang kependudukan dan catatan sipil, cakupan pelayanan dokumen administrasi kependudukan 36,26 persen di tahun 2016 menjadi 68,52 persen tahun 2020, cakupan penerbitan KTP elektronik 33,41 persen menjadi 71,14 persen di tahun 2020, dan cakupan penerbitan akte kelahiran 6,49 persen menjadi 79,91 persen di tahun 2020.

Baca juga: Hetharia Terpilih Jabat Rektor UKIM

Bidang pemberdayaan masyarakat desa, persentasi desa cepat berkembang dari 1,25 persen di tahun 2016 menjadi 16,25 persen di tahun 2020 dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa dari 25 persen di 2016 menjadi 64,29 persen di tahun 2020.

Selain berbagai capaian tersebut, kata Fatlolon, ada juga prestasi yang telah mengharumkan nama Kepulauan Tanimbar. Dianataranya, Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Maluku selama 4 kali berturut-turut, Tanimbar dikirim sebagai perwakilan Maluku pada lomba desa tingkat regional.

“Di tahun ini, kita berharap, semoga desa Kandar akan ditetapkan sebagai pemenang lomba desa tingkat regional tahun 2021 ini,” ujar Bupati Fatlolon.

Ia menuturkan, di balik keberhasilan yang dicapai, dirinya menyampaikan permohonan maaf karena masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki terutama dalam masa pandemi Covid-19. Ada sejumlah program dan kegiatan prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJMD) belum dapat terlaksana dengan baik dan berpengaruh terhadap capaian kinerja pemda.

“Salah satu faktor penyebabnya adalah terbatasnya kemampuan keuangan daerah, dimana 97 persen tingkat ketergantungan keuangan daerah masih bersumber dari dana transfer pemerintah pusat yang berdampak pada refocusing dana perimbangan selama 2 tahun anggaran berturut-turut,” tutup Fatlolon. (BTA)

Comment