by

Cegah Banjir, Honipopu Bersihkan Drainase

Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, kembali melibatkan warganya untuk membersihkan drainase yang ada di lingkungannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir selama musim penghujan.

Lurah Honipopu, Novriel Yusuf mengatakan, sesuai data BMKG, kota Ambon sudah memasuki puncak musim penghujan. Dan sebelum intensitas hujan sedang hingga lebat terjadi seperti beberapa hari kemarin, pihaknya tengah bekerjasama dengan Tim Program Kotaku membentuk swadaya masyarakat, guna membersihkan saluran-saluran drainase di titik lokasi yang dianggap rawan banjir.

“Kemarin-kemarin sebelum curah hujan turun dengan sangat intens, kami bersama program Kotaku dan masyarakat bergotong royong membersihkan sejumlah saluran drainse, yang berada di lingkungan rawan banjir,” terang Novriel, kepada Koran ini, Senin (12/7).

Dikatakan, dengan kerja keras yang dilakukan, titik-titik lokasi rawan banjir di Kelurahan Honipopu tidak di genang air saat hujan deras selama satu minggu belakangan ini. Namun ada beberapa lokasi seperti di seputaran ruas jalan A. Y. Patty dan Sam Ratulangi yang sedikit tergenang air.

“Itupun hanya di ruas jalan saja, tidak sampai ke lingkungan masyarakat. Karena kita sudah mengantisipasinya terlebih dahulu,” terang Novriel

Dirinya juga mengapresiasi pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang saat ini sementara menyelesaikan pembangunan drainase di kota Ambon. Yang mana drainase tersebut mampu mengurangi dampak terjadinya bencana banjir di lingkungan Honipopu.

“Berkat drainase yang mereka (Pemprov) bangun, juga menjadi hal penting dalam mengurangi dampak banjir di lingkungan,” ucapnya

Novriel juga meminta masyarakat, agar tetap waspada dengan kondisi cuaca ekstrim. Meskipun berbagai cara sudah dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadinya bencana alam.

“Bencana ini kan sekali pun kita berupaya dengan keras, namun jika terjadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Saya minta agar masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca ekstrim yang diperingatkan BMKG,” pesannya (BKA-2)

Comment