by

Cegah Bentrok Laha Bangun Pos Jaga

Ambon, BKA- Pemerintah desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon membangun pos jaga disejumlah titik untuk mencegah terjadinya bentrok. Pemdes Laha mengakui masalah keamanan yang sering terjadi yaitu bentrok antar pemuda yang melibatkan dua negeri yaitu Hatu dan Laha. Pos jaga tersebut berada diperbatasan anatara Laha dan Hatu. Selain itu mereka bekerja sama dengan aparat keamanan seperti bhabinkamtibmas dan babinsa yang ada. Adanya kordinasi mulai dari RT hingga bhabinkamtibmas membuat Laha berhasil menakan angka kericuhan yang terjadi. Pemdes Laha selalu berupaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Jadi dari segi geografi kami desa Laha sudah bisa dikatakan aman. Untuk keamanan kami mendirikan pos disejumlah titik yang kami rasa rentan terjadi kericuhan. Berkordinasi dengan bhabinkamtibmas dan babinsa kami selalu melakukan pemantauan dilingkungan. Jika terdapat persoalan yang tidak diinginkan maka akan segera kami selesaikan.

Sejauh ini masalah keamanan yang sering kita temui yaitu bentrok antar pemuda yang melibatkan negeri Hatu dan Laha. Untuk itu kita juga mendirikan pos jaga diperbatasan negeri Hatu dan Laha. Dengan adanya kebijakan tersebut kita bisa lihat bahwa sudah tidak terjadi lagi kericuhan tersebut. Kami juga bekerja sama dengan Polsek setempat seperti polsek Teluk Ambon dan Leitimur,” pungkas Fahmi Mewar sekertaris desa Laha.

Mewar juga mengakui bahwa untuk menjaga keamanan, warga selalu diminta untuk menjaga nilai solidaritas antar agama, yaitu Muslim dan Kristen. Himbauan selalu dilakukan kepada RT setempat agar bisa menjaga keamanan dilingkungan kerja masing-masing. Pemdes Laha juga menghimpun semua toko agama yang ada dalam upaya menciptakan kerukunan antar warga. Nilai solidaritas antar agama pada warga Laha bisa dilihat pada hari besar keagamaan.

“Untuk menjaga keamanan kami juga meningkatkan nilai solidaritas antar agama karena disini ada dua komunitas yaitu Muslim dan Kristen. Jika ada rapat dengan RT saya selalu mengatakan bahwa saling menghargai antar warga itu perlu agar tercipta lingkungan yang aman. Selain itu kami selalu mengumpulkan toko agama yang ada agar bisa mengatur pengamanan disini. Saya akui bahwa warga Laha sangat menghargai satu sama lain. Itu bisa kita lihat pada perayaan hari keagamaan. Misalnya Idul Fitri, maka saudara kami yang Kristen akan datang bersilatuhrahmi. Begitu pun sebaliknya jika ada hari Natal maka kami akan rayakan bersama-sama,” tutupnya. (MG-1)

Comment