by

Cesar Azpilicueta: From Zero to Hero di Chelsea

Sembilan tahun lalu siapa, sih, yang kenal Cesar Azpilicueta? Berjalannya waktu, Azpilicueta bisa membuktikan diri dan layak jadi calon legenda Chelsea.

Minggu (30/5) dinihari WIB kemarin, Cesar Azpilicueta mengangkat trofi Liga Champions tinggi-tinggi. Akhirnya, Azpilicueta mampu memenangi trofi yang sudah lama diidam-idamkannya itu.

Belum lagi, gelar juaranya buat Chelsea terus bertambah. Kini menjadi tujuh titel.
Dirangkum detikSport dari berbagai sumber, Cesar Azpilicueta bukanlah pemain yang terlalu mencuri perhatian. Pemain berpaspor Spanyol itu tidak wah-wah banget larinya, pun sepakannya tidak kencang-kencang amat.

Azpilicueta pun penampilannya tidak mencolok. Malah di tahun 2012 lalu kala dirinya dibeli Chelsea dari Marseille seharga cuma tujuh juta Pounds atau setara Rp 141 miliar, tidak banyak dibicarakan publik.

“Saya tahu, kok, banyak orang-orang saat itu yang tidak mengetahui siapa saya. Saya memang bukan siapa-siapa,” katanya seperti Daily Mail.

Tak ayal, saat itu Chelsea juga jor-joran belanja pemain. Ada beberapa wonderkid yang didaratkan seperti Eden Hazard, Oscar, dan Victor Moses yang harganya jauh lebih mahal.
Cesar Azpilicueta tahu diri. Ketika pertama kali datang ke Chelsea, dia tahu kalau tidak boleh manja.

Ada persaingan berat untuk menembus skuad utama. Tentu bukan hal aneh, kalau The Blues gemar meminjamkan pemain demi mendapat jam terbang tapi kemudian malah ditendang.

“Saya tahu saya harus berjuang. Saya tahu banyak pemain datang ke sini dan harus dipinjamkan karena mereka tidak mendapat tempat. Maka saya hanya harus terus bekerja keras, walau di awal-awal cuma duduk di bangku cadangan,” paparnya.

Apalagi, bek sayap kanan Chelsea kala itu sudah jadi tempatnya Branislav Ivanovic. Pemain tangguh yang sampai dijuluki ‘Tank’.
Kerja keras Cesar Azpilicueta nyatanya terbayar impas. Sembilan tahun memperkuat Chelsea, dirinya terus dipercaya masuk ke dalam skuad utama walau manajer-manajer baru datang silih berganti.

Di musim pertamanya, Azpilicueta mampu menyabet trofi Liga Europa. Tahun berikutnya kala Jose Mourinho kembali ke Chelsea, Azpilicueta malah pernah digeser ke posisi bek sayap kiri. Hasilnya, juara Liga Inggris dan Carling Cup bisa diraihnya.
Tahun-tahun berikutnya, Cesar Azpilicueta terus jadi pemain yang paling dipercaya. Antonio Conte memakai jasanya di pos bek kanan belakang dalam formasi 3-4-3, kembali ke pos bek sayap kanan di era Maurizio Sarri, dan juga di era Frank Lampard.

Di era Lampard, Azpilicueta harus beberapa kali dirotasi oleh Reece James. Namun, Azpilicueta menerima dengan legowo. Bahkan merelakan bak kaptennya ke pemain lain (padahal dia adalah kapten tim setelah era Gary Cahill), dan tidak banyak bercakap di media.
Di era Thomas Tuchel, Cesar Azpilicueta kembali ke skuad utama. Posisinya dikembalikan kala era Conte dulu.

“Di Chelsea, saya selalu belajar bahwa kami melakukan segalanya dan berjuang untuk setiap trofi,” tegas Azpilicueta.

Puja-puji kepada Dave –begitu panggilan akrabnya– kerap mengalir. Pundit sepakbola seperti Gary Neville dan Jamie Carragher beberapa kali menyebut kalau Azpilicueta adalah bek yang ‘underrated’.

“Azpilicueta, ketika saya melihatnya, dia sesempurna mungkin dalam hal bertahan. Dia bermain rapi,” kata Neville.

“Dia bek yang luar biasa. Anda sangat jarang melihat ada yang bisa mengalahkannya,” ujar Carragher.

Cesar Azpilicueta sudah mengemas 429 penampilan bersama Chelsea. Pemain berusia 31 tahun itu kontraknya bakal habis di musim panas 2022.

Jika waktunya telah habis di Stamford Bridge nanti, maka Azpilicueta dapat pergi dengan kepala tegak. Dan fans Chelsea pun tidak ada yang bisa memungkiri eksistensinya sebagai legenda. (INT)

Comment