by

Covid-19 Hancurkan Ekonomi Warga

beritakotaambon.com – Sudah lebih dari setahun, kota Ambon dilanda pandemi Covid-19. Tanpa terasa, virus ini telah menghauncurkan perekonomian masyarakat, khususnya menengah ke bawah.

Banyak sekali masyarakat kecil yang harus kehilangan pekerjaan, hingga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Samsul (45), salah satu sopir angkot Ambon, Ketika wawancarai media ini mengaku, peghasilan normal per hari yang biasanya didapat sebesar Rp.700.000 hingga Rp 1.000.000 per hari. Namun kini semakin anjlok pasca dihantam pandemik. Pemasukan yang diperoleh per hari, hanya sekitar Rp 300.000 per hari. Hal ini disebabkan karena banyak orang memilih untuk tetap tinggal di rumah, khususnya selama PPKM level III.

“Penghasilan yang saya dapatkan per hari turun drastis, karena saya tidak mengemudi sampai sore, karena kurangnya penumpang,” sebut Samsul, Rabu (18/8).

Kondisi yang sama juga dialami Yeni (40), seorang pedagang sayur di pasar Mardika. Yeni yang memilih tetap berjualan walaupun dalam suasana PPKM level III.

Menurutnya, penghasilan yang diperoleh per hari, tidak menentu. Terkadang barang dagangannya terjual banyak, dan kadang tidak terjual. Hal ini tergantung pembeli, dan banyaknya pedagang sayur yang berjualan berdekatan.

“Puji Tuhan, meskipun sedikit, penghasilan yang didapat bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Selama berjualan, saya tidak lupa menggunakan masker, agar tidak tertular Virus Corona. Karena kita saling berhimpitan di pasar,” tuturnya

Akibat Corona, lanjut dia, semua lini kehidupan turut terpengaruh. Namun dirinya tetap bersyukur setiap hari, dengan tetap menjalankan ektivitasnya dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Walaupun Covid masih menemani kita, tapi jangan patah semangat untuk sama-sama membasminya dengan selalu pakai masker dan juga divaksin. Karena kesehatan merupakan sumber kebahagiaan kita bersama,” pesannya. (LAM)

Comment