by

Cristian Gonzales Bangga Pernah Dilatih Alfred Riedl

Striker Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, Cristian Gonzales mengaku sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Alfred Riedl, Senin (7/9) malam. Ia juga menyesal karena tidak bisa bertemu untuk terakhir kalinya dengan pelatih asal Austria tersebut.

Pelatih yang pernah menangani Timnas Indonesia pada periode 2010-2011, 2013-2014 dan 2016-2017 itu dikabarkan menderita kanker sebelum wafat.

Meski begitu, Gonzales mengaku bangga pernah diasuh Riedl di Timnas selama empat tahun.

“Coach Riedl tidak pernah memandang pemain itu junior atau senior. Dia melihat saya bukan karena bintang, tapi karena kemampuan saya, kerja keras dan saya sebagai personal. Saya sangat bangga terhadap Coach Riedl, terima kasih karena telah mempercayakan saya di Timnas dari 2010 sampai 2014,” kata Gonzales kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/9).

Sebenarnya, Gonzales berencana untuk bertemu dengan Riedl jika pelatih yang membawa Timnas Indonesia runner up di Piala AFF 2010 dan 2016 itu melatih Persebaya Surabaya pada 2019 lalu.

Sayang, kondisi kesehatan Riedl yang menurun membuatnya gagal melatih kembali di klub Indonesia.
“Ada kabar Riedl mau ke Persebaya tahun lalu. Kebetulan kami ada rumah di Surabaya. Saya sudah bilang, kalau Riedl di Surabaya saya mau ketemu, mau silaturahmi. Sekadar mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dibuat untuk saya, tapi ternyata tidak jadi,” ungkap Gonzales.

Selain itu Riedl juga dianggap sebagai sosok pelatih yang sangat disiplin dan respek terhadap siapa pun. Termasuk kepada keluarga pemain yang kerap datang ke lapangan atau ke hotel tempat pemain menginap. Hal itu diakui Eva, istri dari Gonzales.

“Bukan hanya ke Abang [Gonzales] saja dia respek, tapi ke saya istrinya juga respek. Jarang-jarang pelatih asing, di timnas bisa begitu,” kata Eva.

“Pernah satu waktu saya sedang membawakan roti gandum yang saya buat sendiri, saya titip ke resepsionis hotel timnas. Lalu ada Coach Riedl, dia say hello ke saya dia senyum. Dia tahu kedatangan saya bukan untuk mengganggu,” ucap dia.

Eva tak menampik jika mata Gonzales sempat berkaca-kaca ketika mengetahui kabar meninggalnya Gonzales, Selasa (8/9) malam. Menurut Eva, Gonzales bukan tipikal orang yang gampang tersentuh jika mendengar kabar duka.

“Dia [Gonzales] bukan orang yang cengeng, adiknya meninggal dia hanya diam tapi tidak meneteskan air mata. Tapi mendengar kabar Riedl meninggal, dia berkaca-kaca dan meneteskan air mata. Bahkan dia sempat tidak percaya. Kalau begitu berarti sangat berkesan dan memiliki arti buat Gonzales,” jelasnya.

Gonzales merupakan pemain naturalisasi yang dipercaya Riedl untuk menjadi striker Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Ia mencetak tiga gol pada debutnya bersama skuat Garuda, termasuk gol jarak jauh saat melawan Filipina.

“Dia bisa menendang begitu karena dia nyaman ada di situ, dengan pelatih, teman dan suporternya. Kehadiran Riedl dan Gonzales saat itu sama membangkitkan euforia Timnas,” ujar Eva. (INT)

Comment