by

Cuaca Ekstrim Hambat Operasi Yustisi

Ambon, BKA- Cuaca ekstrim yang terjadi sejak Rabu malam (6/1) kemarin, turut menghambat operasi Yustisi yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon. Meski demikian, pantauan di lapangan terkait protokol kesehatan tetap dilakukan sebagian tim di lapangan.

Yakni hasil monitoring tim Satgas tersebut, terlihat para pelaku usaha yang beroperasi malam hari nampak mulai sadar dengan waktu yang sudah ditentukan Pemerintah Kota Ambon.

“Operasi makan itu tidak. Kami cuman monitor saja. Karena kondisi cuaca juga yang sangat ekstrim tadi malam, sehingga kami tidak melaksanakan operasi malam. Rata-rata yang kami lihat sudah baik. Mereka (pelaku usaha) sudah disiplin terhadap waktu operasional,” ungkap Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Ambon, Richard Luhukay, kepada wartawan, Kamis (7/1).

Dikatakan, pihaknya masih gencar melakukan operasi yustisi di sejumlah ruas jalan, seperti jalan Rijali, tepatnya didepan kantor DPRD Kota Ambon, Belakang Soya, kecamatan Sirimau. Dan dari hasil operasi tersebut, banyak warga yang terjaring karena tidak mematuhi protokol kesehatan sebanyak 59 orang. Dan saat dilakukan rapid test terhadap puluhan warga tersebut, ditemukan 7 orang yang hasil rapidnya reaktif.

Dan setelah diketahui reaktif, maka sesuai prosedur tim Satgas langsung mengatarkan 7 warga itu untuk dilakukan test swab di Kantor Dinas Kesehatan Kota Ambon. Untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

“Hari ini (kemarin-red), operasi hanya di satu titik. Yaitu dijalan Rijali depan kantor DPRD Kota Ambon. Kalau khusus untuk hari ini, cuman totalnya 59 pelanggar dengan 7 orang reaktif. Sisanya non reaktif. Untuk hari ini yah,” bebernya.

Ditambahkan, kota bertajuk Manise ini, masih berada dalam zona orange penyebaran Covid-19. Dengan scoring zonasi yaitu 2.07. “Scoring zonasi sudah naik dari 1.95 ke 2.07. Ambon masih zona orange,” cetusnya.

Sekedar tahu, operasi Yustisi yang dilakukan tim Satgas tersebut, untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19. Dan dinilai tidak ada maksud lain selain bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19. (IAN)

Comment