by

Cuaca Ekstrim, Rumah Warga di Leihitu Rusak

Ambon, BKA- Sejumlah rumah warga rusak dan jalan longsor di wilayah Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) akibat cuaca ekstrim melanda wilayah tersebut.
Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak dan juga sebagian badan jalan di tepi pantai longsor di hatam gelombang, Selasa (2/3).

Kapolsek Leihitu, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Iptu Julkisno Kaisupy dalam rilis yang diterima media ini menyebutkan, sejumlah rumah di Wakal, Hitulama dan Hitumesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, rusak dihantam gelombang sejak Selasa, 2 Maret 2021.

Kata Kaisupy, temuan ini, diketahui pada saat Polsek Leihitu melakukan kegiatan patroli cipta kondisi serta memonitor pemukiman warga yang berada pada daerah pesisir pantai akibat cuaca ekstrim di wilayah jazirah Leihitu. Giat patroli dilaksanakan Ka SPK 2 Polsek Leihitu Bripka M Tomasoa bersama empat personil lainnya.

“Hasil Monitoring dari pelaksanaan patroli yakni ketinggian Ombak pada daerah sepanjang pesisir pantai Leihitu mencapai +- 3 Meter pada permukaan air laut. Dampak dari cuaca ekstrim dan hantaman ombak pada pemukiman warga mengakibatkan sejumlah rumah rusak,” jelas Mantan Kapolsek Teluk Ambon ini.

Kaisupy mengaku, adapun rincian rumah warga yang rusak, yakni, di Negeri Wakal, dapur Ambruk satu unit, badan jalan longsor 70 persen, di negeri Hitu Lama, Rumah terendam satu unit,atap dan plafon rusak satu unit, genangan air masuk kios satu unit,satu unit kios rusak ringan.

“Selanjutnya personil patroli membantu para warga untuk bergotong royong membersihkan ruas jalan serta perumahan yang terkena dampak akibat cuaca ekstrim tersebut,” jelasnya.

Mantan Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini menambahkan, dari hasil pelaksanaan patroli tidak ditemukan korban jiwa namun terdapat kerugian materil yang dialami warga akibat hantaman ombak air laut dan tinggi gelombang yang ditaksirkan mencapai puluhan juta.

“Serta pada pukul 18.00 wit permukaan air laut serta hantaman ombak sudah berangsur angsur normal atau surut,” pungkas Kaisupy. (SAD)

Comment