by

CV Mitra Mas Bakal Dipanggil Jaksa

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya (MBD) terus mencari alat bukti pendukung, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pabrik Es Hybrid (Nomenklatur pada dokumen kontrak) atau proyek coldstorage yang dibangun di Desa Lebelau, Kecamatan Kisar Utara.

Bahkan saat ini ramai beredar isu, tim penyelidik akan memeriksa sejumlah pihak-pihak terkait yang diduga mengetahui langsung aliran dana proyek tersebut, termasuk CV Mitra Mas selaku kontraktor proyek.

Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, yang dikonfirmasi, awalnya meralat keterangan sebelumnya kalau kasus itu sudah naik penyidikan. Menurutnya, kasus dugaan korupsi satu unit pembangunan pabrik Es Hybrid yang dikerjakan Hengky Astanto dari CV Mitra Mas masih didalami tim Kejari MBD.

“Kita masih dalami (belum penyidikan). Dalam pendalaman ini, serangkaian penyelidikan dimulai untuk mencari alat bukti, termasuk akan memeriksa kontraktor CV Mitra Mas,” ungkap Lawalatta, Senin (25/1).

Sesuai nilai kontrak yang terterah dalam kontrak, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 1.125,280,000, yang pekerjaannya dibagi dalam beberapa tahap, yakni, pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pemasangan dan beton, pekerjaan kayu, atap dan plafon, pekerjaan pengecetan, pekerjaan instalasi listrik, pekerjaan penggantung dan pengunci, pekerjaan menara air, pekerjaan mekanikal pabrik es mini, pekerjaan elektronik pabrik mini dan pekerjaan akhir.

“Semua ini biayanya terterah dalam kontrak. Dan diduga anggarannya habis dipakai, namun proyeknya mubasir, tak ada manfaat bagi masyarakat,” ungkap jaksa dengan satu bunga melati itu.

Dia mengaku, proyek tersebut dikerjakan CV Mitra Mas, namun diduga yang memenangkan tender pekerjaan itu orang lain, karena ada dua proyek serupa yang bernasib sama. Yakni, di Kecamatan Moa dan Kecamatan Letti.

“Jadi pada prinsipnya, kita tetap kawal kasus ini terus. bapak Kajari pun sudah setuju agar proyek ini diusut, biar secepatnya tuntas,” pungkasnya.

Sementara informasi yang diterima koran ini sebelumnya, proyek coldstorage milik Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tepatnya di Desa Lebelau, Pulau Kisar, Kecamatan Kisar Utara, mulai diusut Kejaksaan Negeri MBD.

Kepastian pengusutan kasus ini, setelah Kejaksaan melakukan on the spot di lokasi proyek di Desa Lebelau.

“Memang proyeknya ini amburadul. Bayangkan, kalau proyek dibangun sejak tahun 2015 sampai kini tidak ada manfaat. Kasihan tidak, uang negara yang dipakai percuma,” ungkap sumber jaksa yang menolak namanya dikorankan, kepada Beritakota Ambon, Minggu (25/1).

Menurutnya, Kejaksaan tidak pernah diam dalam pengusutan kasus ini. Sebab berdasarkan pengakuan warga, proyek ini sejak dikerjakan tidak dimanfaaatkan sampai sekarang ini.

Padahal proyek tersebut dianggarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melalui usulan dari Dinas Perikanan MBD tahun 2015, senilai Rp 1 miliar lebih.

Dan yang mememangkan tender proyek tersebut adalah salah satu kontraktor ternama di Kota Tiakur ibu kota Kabupaten MBD, amun yang bersangkutan pakai bendera lain untuk mengerjakan proyek itu.

“Proyek ini dikerjakan kontraktor lain, namun yang punya asli itu sebenarnya ada. Karena dia punya proyek ada dua bermasalah juga. Saat ini sedang diusut Kejari MBD,” pungkasnya.(SAD).

Comment