by

Daftar Proyek Infrastruktur yang Akan Dibangun Tahun Ini

Pemerintah tetap melanjutkan pembangunan proyek infrastruktur tahun ini, meskipun ekonomi masih dalam proses pemulihan akibat pandemi covid-19.

Menurut sejumlah ekonom sebaiknya pemerintah menunda pembangunan proyek infrastruktur, terutama yang tak mendesak serta tidak berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan pemerintah sebaiknya melakukan seleksi pada proyek infrastruktur tersebut. Pertimbangannya, jika pemerintah melanjutkan semua pembangunan proyek infrastruktur, maka dapat membebani APBN yang kemampuannya juga masih terbatas.

“Proyek besar, yang kira-kira belum terlalu dibutuhkan dalam jangka pendek harus lebih diseleksi lagi saya kira, karena anggaran infrastruktur memang besar. Itu juga untuk menghindari kalau terlalu banyak proyek, orang harus bekerja, terlalu banyak risiko penularan covid-19 tambah besar,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/4).

CNNIndonesia.com merangkum sejumlah proyek yang akan dibangun tahun ini, meliputi proyek baru maupun lanjutan dari tahun sebelumnya. Proyek infrastruktur tersebut mulai dari pembangunan jalan tol, pembangkit tenaga listrik, hingga proyek pembangunan yang berada di bawah Kementerian PUPR.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR mengungkapkan ada 17 ruas jalan tol yang masih dalam proses pembangunan tahun ini. BPJT menargetkan ruas tol sepanjang 410 kilometer (km) itu bisa selesai tahun ini juga.

Secara rinci, jalan tol yang ditargetkan selesai terdiri dari jalan tol kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) sepanjang 101,6 km, jalan tol non-trans 115,8 km, dan jalan Tol Trans Sumatera 192,4 km.

Untuk tol di Jabodetabek antara lain, Tol Cibitung-Cilincing Seksi 1 sepanjang 2,6 km dan Seksi 2-4 32,1 km.

Lalu, tol Cimanggis-Cibitung Seksi 2 sepanjang 23 km, tol Serpong-Cinere Seksi 1 6,5 km, dan tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi 1A 3,5 km dan Seksi 2A 4,9 km, dan sebagainya.

Sementara itu, tol non-trans yang dibangun tahun ini antara lain, tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Seksi 1 Fase III sepanjang 10,6 km, tol Ciawi-Sukabumi Seksi 2 38 km, tol Balikpapan-Samarinda Seksi 1 22 km dan tol Manado-Bitung Seksi 2B 12,7 km.

BPJT juga menargetkan pembangunan tol Trans Sumatera tahun ini, meliputi tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2, tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat 96,5 km, tol Padang-Pekanbaru Pekanbaru-Bangkinang 40 km, dan tol Medan-Binjai Seksi 1A 3,5 km.

Tidak hanya infrastruktur jalan tol, pemerintah juga menggenjot pembangunan infrastruktur sektor energi. Tercatat, PT PLN (Persero) akan menambah kapasitas pembangkit listrik. Khusus di Pulau Jawa, PLN menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sekitar 2.500-3.000 megawatt (MW).

Rinciannya, 2.000 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa-7 Unit 2. Kemudian, PLTU Tanjung Jati unit 5 dan beberapa pembangkit yang dibangun PLN sekitar 1.000 MW.

Pemerintah juga masih memiliki proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Bahkan, PUPR telah mulai lelang dini atas 4.694 paket proyek infrastruktur. Angka itu mewakili 86,5 persen dari total paket 5.426 senilai Rp58,1 triliun.

Sejumlah infrastruktur yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR, meliputi infrastruktur sumber daya air (SDA), yakni 48 unit bendungan, 42 embung, 25 ribu hektare (Ha) rehabilitasi jaringan irigasi, dan sebagainya.

Selain pembangunan bendungan, Kementerian PUPR juga akan membangun 410 kilometer (Km) jalan tol, 831 km jalan baru, 22.065 meter jembatan, dan 3.116 meter flyover dan underpass.

Dari sisi permukiman, Kementerian PUPR juga akan membangun 9.075 unit rumah susun (rusun), 2.631 unit rumah khusus, 114.900 rumah swadaya, dan 40 ribu unit Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) perumahan. (INT)

Comment